Longsor datang bertubi-tubi di Subang selatan, Mang Eef : Anggaran buat lingkungan hidup kecil banget

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 9 Januari 2024 | 14:35 WIB
Ketua DPD Partai Nasdem, Eef Hidayat (Tengah)
Ketua DPD Partai Nasdem, Eef Hidayat (Tengah)

GENMILENIAL.ID - Memasuki musim penghujan dan debit air yang cukup tinggi telah menyebabkan musibah longsor terus berturut-turut dan secara beruntun menimpa Kabupaten Subang terutama untuk wilayah Subang selatan.

Baru saja musibah longsor menimpa Desa Tanjungsiang pada Sabtu, 6 Januari 2024 yang telah menyebabkan satu rumah milik warga roboh dan terbawa arus yang meyebabkan terganggunya aliran air setempat.

Kemudian longsor berikutnya menimpa Kampung Cipondok, Desa Kasomalang pada Minggu 8 Januari 2024 pukul 22.00 WIB yang telah menyebabkan dua orang korban meninggal, 9 orang luka-luka dan 49 lainya mengungsi.

Baca Juga: Kunjungi pengungsi dan keluarga korban, Kang Lukmantias dan H Siagian berikan bantuan, sampaikan simpati Prabowo dan akan suplai vitamin untuk petugas

Ketua DPD Partai Nasdem, Eef Hidayat yang mengatakan bahwa longsor bertubi-tubi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah terutama terkait tata ruang dimana saat ini wilayah selatan mulai berkembang pesat menjadi daerah wisata.

"Destinasi wisata yang semakin banyak harus mendapat perhatian pemerintah daerah terutama dalam menata atau mengeluarkan peraturan tentang rencana tata ruang," ujarnya.

Disamping itu, kata Mang Eef, isu lingkungan hidup, masih luput dari perhatian pemerintah daerah, bencana alam seharusnya sesuatu yang harus bisa diantisipasi.

Baca Juga: Longsor di Desa Pasanggrahan, BPBD Subang : 2 meninggal, 9 luka-luka dan 49 orang mengungsi di Madrasah.

"Ada siklus, kaya banjir diutara misalnya, sekian lama gak dikeruk sungainya akan terjadi banjir yang cukup besar, kalau ini tidak ditanami atau dibiarkan begitu saja, hal-hal yang terjadi didaerah selatan setelah sampah menggunung dan lain sebagainya maka ada lompatan air yang sekaligus terhalang, begitu terbuka langsung rusak kaya kejadian di sukakerti atau ciater dulu," pungkasnya.

Bencana alam yang datang bertubi-tubi, kata Mang Eef harus menjadi ajang evaluasi semua pihak, terutama para pemangku kebijakan di Pemerintah Daerah Kabupaten Subang.

"Kalau pemerintah memperbaiki, masyarakat ikut, jangan mengandalkan masyarakat dulu, harus pemerintah dulu, anggaran untuk lingkungan hidup kecil banget, sangat tidak mencukupi, karena kosentrasi pemerintah daerah terhadap lingkungan hidup kecil banget," tuturnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X