Jelang Pilkada 2024, Kemenko Polhukam petakan wilayah rawan konflik, ini daftarnya!

photo author
Abdul Rouf, Genmilenial
- Rabu, 15 Mei 2024 | 02:14 WIB
Kemenko Polhukam
Kemenko Polhukam

GENMILENIAL.ID - Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) melakukan pemetaan terhadap sejumlah wilayah yang memiliki tingkat kerawanan konflik di Pilkada 2024 mendatang.

Deputi Bidang Kordinasi Politik Dalam Negeri Kemenko Polhukam, Heri Wiranto mengatakan bahwa Kemenko Polhukam bersama TNI sudah memiliki data wilayah yang berpotensi terjadinya konflik sosial.

"Kita juga sudah berupaya untuk memetakan daerah potensi kerawanan yang akan mungkin terjadi berdasarkan data dari Mabes TNI," ujar Heri Wiranto dikutip dari PMJNews pada Rabu, 15 Mei 2024.

Baca Juga: Dirlantas Polda Jabar sebut dokumen KIR bus PO Putera Fajar yang dipakai rombongan siswa SMK Lingga Kencana sudah kadaluarsa

Kata Heri, provinsi yang memiliki kerawanan tertinggi yaitu Jakarta, Jawa hingga Papua, ia juga mengungkapkan bahwa Kemenko Polhukam sudah menyiapkan langkah antisipasi.

"Ini beberapa titik kerawanan yang sudah kita antisipasi dan selalu kita monitor. Ada provinsi yang memiliki kerawanan tinggi, Jambi, Jakarta, Jawa, kemudian tentu pastinya Papua, ada enam provinsi itu (di Papua)," ucapnya.

Lebih jauh, Heri pun menjelaskan bahwa konflik bisa terjadi karena isu SARA hingga kepentingan elite politik.

Baca Juga: Polisi tetapkan sopir bus rombongan SMK Lingga Kencana sebagai tersangka, ini pasal yang disangkakan

"Kerawanan konflik SARA, mungkin antar paslon, bentrokan antar pendukung, konflik elite politik, serta petinggi daerah," ujarnya.

Ia pun memastikan bahwa Kemenko Polhukam sudah melakukan monitoring lebih lanjut terkait potensi kerawan tersebut.

"Kita laksanakan kegiatan-kegiatan monitoring, rapat bersama, kordinasi, mencari hal-hal yang mungkin akan berdampak pada masa pemilihan ke depan," imbuhnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rouf

Sumber: PMJnews

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X