Cacat fisik: kejang atau tics, yang merupakan gerakan otomatis yang tidak disengaja.
Namun, jika seseorang mengalami gejala di atas tidak bisa langsung dikatakan bahwa dia menderita penyakit mental, tapi segera ajak atau bawa dia dokter ahli untuk diperiksa dan ditindak lanjuti.
Jika diri kita sendiri yang mengalaminya, jangan malu dan ragu untuk pergi berkonsultasi dan mengatakannya kepada orang tua. Juga, jika anak mengatakan tentang apa yang dia rasakan, sebagai orang tua jangan langsung menghakimi apalagi mengatakan hal yang tidak baik tentang kesehatan mental anaknya.
Tidak jarang orang tua atau orang lain yang tidak mengerti mengenai keseriusan penyakit mental menganggap bahwa penderita 'tidak dekat dengan tuhannya', padahal penyakit mental bukan hanya disebabkan oleh itu.
Memang benar, jika kita dekat dengan sang pencipta, kita pasti akan selalu merasa tenang dan aman, namun ada beberapa hal yang memang sering kali mengganggu kesehatan mental seseorang, seperti
Faktor genetik dan biologis : beberapa gangguan mental, seperti skizofrenia dan gangguan bipolar, memiliki dasar genetik. Selain itu, perubahan kimia di otak atau ketidakseimbangan hormon dapat memengaruhi kesehatan mental.
Trauma dan Stres: trauma fisik atau psikologis, seperti pelecehan atau kekerasan, dapat menyebabkan kerusakan psikologis yang parah dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental.
Lingkungan: faktor lingkungan seperti paparan zat beracun, malnutrisi dan lingkungan yang tidak sehat atau berbahaya dapat mempengaruhi kesehatan mental.
Kehidupan sosial dan psikologis: kehilangan orang yang dicintai, tekanan di tempat kerja, pernikahan atau perceraian, dan tekanan hidup semuanya dapat menyebabkan masalah kesehatan mental.
Faktor lain: penggunaan zat, seperti narkoba dan alkohol, serta perawatan yang buruk untuk penyakit fisik atau mental juga dapat memengaruhi kesehatan mental.
Perlu diingat bahwa tidak semua orang yang mengalami hal-hal di atas akan mengalami penyakit mental. Faktor-faktor ini hanya meningkatkan risiko seseorang mengalami masalah kesehatan mental, dan diagnosis serta pengobatan harus dilakukan oleh psikiater yang berkualifikasi.
Demikian, semoga kita selalu ditempatkan dilingkungan yang baik dan dipersatukan dengan orang-orang baik pula, sehingga mengurangi risiko terjadinya mental illnes. (Ghin Ninda Wr)***
Artikel Terkait
Wow, berikut 5 manfaat daun kemangi buat kesehatan, salah satunya dapat mencegah depresi dan stres
5 Manfaat wijen untuk kesehatan, salah satunya dapat menjaga kesehatan mata
4 Penyebab bau badan dan cara mudah untuk menghilangkannya
Tantrum harus diatasi, bagaimana caranya?
6 Arti mimpi tentang rumah menurut Primbon Jawa, pertanda baik dan buruk
Menarik, inilah 5 arti mimpi seputar jalan menurut Primbon Jawa
Bukan hanya melancarkan ASI, inilah 6 manfaat daun katuk untuk kesehatan tubuh