Tantrum harus diatasi, bagaimana caranya?

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Rabu, 22 Februari 2023 | 16:42 WIB
Tantrum Harus Diatasi, Bagaimana Caranya (Pixabay/Antonio_Diaz)
Tantrum Harus Diatasi, Bagaimana Caranya (Pixabay/Antonio_Diaz)

GENMILENIAL.ID - Seringkali kita menjumpai seseorang yang tiba-tiba marah-marah, membentak, atau bahkan menangis dengan alasan yang tidak jelas, tahukah kalian jika seseorang yang melakukan hal itu bisa saja sedang mengalami tantrum? Pernahkan kalian mendengar istilah tantrum? Sebenarnya tantrum itu apa sih?

Nah, sekarang mari kita bahas mengenai apa pengertian tantrum, apa saja gejalanya, dan bagaimana cara kita menyikapi tantrum baik jika itu terjadi pada anak-anak maupun diri kita sendiri.

Tantrum adalah perilaku atau sikap emosional yang tidak terkendali. Tantrum juga bisa diartikan sebagai ledakan emosi dari seseorang. Jika seseorang mengalami tantrum, biasanya mereka akan sangat agresif sehingga sangat mengganggu. Namun, secara khusus, tantrum biasa terjadi pada anak-anak usia 1-3 tahun.

Baca Juga: 4 Penyebab bau badan dan cara mudah untuk menghilangkannya

Ada yang menyatakan bahwa jika anak masih mengalami tantrum di usia lebih dari 3 tahun, maka bisa jadi itu kesalahan dari pola asuh orang tuanya.

Namun pertanyaan di atas tidak sepenuhnya benar, karena tantrum juga bisa terjadi pada semua kalangan usia, meskipun lebih umum terjadi pada anak-anak, tapi remaja dan dewasa bahkan lansia sekalipun sering kali ada yang masih mengalami tantrum.

Secara umum, penyebab tantrum adalah karena keinginan yang tidak terpenuhi sehingga menimbulkan rasa tidak puas, juga bisa terjadi ketika seseorang tidak bisa menyampaikan apa yang sebenarnya dia inginkan.

Baca Juga: 5 Manfaat wijen untuk kesehatan, salah satunya dapat menjaga kesehatan mata

Tidak jarang juga tantrum bisa terjadi karena tekanan dan energi negatif dari lingkungan dan orang lain. Sementara tantrum pada anak terjadi karena masa pertumbuhan mereka, sehingga mereka belum bisa menyampaikan atau berkomunikasi tentang apa yang sebenarnya mereka inginkan.

Tantrum ditandai dengan beberapa perilaku, seperti marah-marah, membentak, menangis, menjerit, memukul, menendang, bahkan berguling di lantai. Untuk tantrum yang terjadi pada anak-anak, biasanya mereka bahkan lebih mengganggu lagi, seperti menangis tanpa henti sehingga sering kali membuat para orang tua mengalami banyak kesulitan dan tidak jarang orang tua juga malah kembali membentak anaknya, padahal cara tersebut adalah salah.

Jika seseorang sedang mengalami tantrum, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menghadapinya, antara lain:

Jika anak-anak yang mengalami tantrum, orang tua harus tetap tenang dan jangan terbawa emosi atau bahkan memberikan hukuman pada anak, orang tua harus bijak dalam menyikapi hal tersebut dan sebisa mungkin pahami apa yang sebenarnya mereka inginkan.

Baca Juga: Ups, jangan dibuang, berikut 5 manfaat kulit kentang buat kesehatan

Sebisa mungkin alihkan perhatian anak pada hal-hal yang mereka sukai, ajak mereka bermain atau bisa juga berjalan-jalan. Ajarkan anak cara mengomunikasikan dan mengatasi energi negatif, agar mereka tidak kembali mengalami tantrum secara terus menerus.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X