GENMILENIAL.ID – Zakat dinilai memiliki peran strategis dalam mewujudkan keadilan sosial di tengah masyarakat, terutama di saat keterbatasan anggaran pemerintah dalam menjangkau seluruh kebutuhan warga.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan pemaparan 100 hari kinerja Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Subang yang digelar di Aula Pemerintah Daerah Kabupaten Subang pada Kamis 23 April 2026
Ketua BAZNAS Kabupaten Subang Dr. H. Ahmad Sukandar menegaskan bahwa zakat tidak hanya dipandang sebagai kewajiban agama, tetapi juga sebagai instrumen penting dalam membangun keseimbangan sosial.
Baca Juga: Klarifikasi Kepala BGN soal 19.000 sapi untuk MBG, disebut hanya pengandaian
“Zakat bukan sekadar kewajiban agama, tetapi instrumen hebat untuk keadilan sosial. Dalam 100 hari ini, kami meletakkan pondasi transformasi dan penguatan regulasi agar pengelolaan ZIS di Subang semakin transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi mustahik,” ujarnya.
Perkuat peran zakat untuk kesejahteraan masyarakat
Dalam 100 hari pertama, BAZNAS Subang mencatat sejumlah capaian, mulai dari penguatan tata kelola kelembagaan hingga optimalisasi pengumpulan dan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Selain itu, pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di berbagai tingkatan turut dilakukan untuk memperluas jangkauan penghimpunan dana umat.
Baca Juga: Investasi 60 juta dolar AS masuk Subang, tiga pabrik global dibangun di Smartpolitan
Program-program unggulan seperti Subang Cageur, Subang Bageur, Subang Pinter, hingga Subang Singer juga menjadi bagian dari upaya pendistribusian zakat agar lebih tepat sasaran.
Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong pemerataan kesejahteraan, sekaligus memperkuat fungsi zakat sebagai instrumen pengentasan kesenjangan sosial.
BAZNAS jadi solusi di tengah keterbatasan anggaran
Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi menyampaikan bahwa peran BAZNAS menjadi sangat penting dalam membantu pemerintah daerah.
Menurutnya, tidak semua kebutuhan masyarakat dapat dijangkau melalui APBN maupun APBD, sehingga zakat hadir sebagai solusi alternatif.