khazanah

Masjid tak lagi sekadar tempat salat, KOMPAK dorong transformasi sosial dari Subang

Minggu, 8 Februari 2026 | 14:27 WIB
Suasana Seminar Kemasjidan Insight Series Chapter 1 dan peluncuran KOMPAK yang diikuti pengurus masjid dari berbagai wilayah di Kabupaten Subang, Ahad 8 Februari 2026 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID — Peran masjid di Kabupaten Subang didorong naik kelas, tak lagi sebatas tempat ibadah ritual, tetapi menjadi pusat solusi sosial dan pemberdayaan umat.

Gagasan tersebut mengemuka dalam peluncuran Komunitas Masjid Berdampak (KOMPAK) yang digelar pada agenda Seminar Kemasjidan – Insight Series Chapter 1 di Masjid Raudhatul Ilmi, Kawasan BRIN Subang, Ahad 8 Februari 2026. 

Peluncuran KOMPAK mendapat dukungan penuh dari Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi.

Ia menegaskan bahwa masjid harus hadir menjawab persoalan nyata masyarakat, mulai dari isu kepemudaan, sosial, hingga penguatan ekonomi umat.

Baca Juga: Timnas Indonesia cetak sejarah di AFC Futsal 2026, runner up yang bikin dunia melirik

“Masjid jangan hanya hidup saat waktu salat. Ia harus menjadi ruang inklusif, ramah anak muda, tempat kolaborasi lintas generasi, dan pusat pemberdayaan sosial. Pemerintah Daerah siap bersinergi agar masjid di Subang benar-benar berdampak,” ujar pria yang akrab disapa Kang Akur itu.

Ratusan pengurus masjid jadi motor gerakan

Acara tersebut diikuti sekitar 150 peserta dari lebih 100 masjid di berbagai wilayah Subang.

Peserta berasal dari beragam unsur pengelola masjid, mulai dari ketua dan pengurus DKM, remaja masjid, hingga marbot.

Mereka menjadi representasi kekuatan akar rumput yang selama ini menjaga denyut kehidupan masjid.

Baca Juga: Viral kisah anak tak sengaja gores mobil di mall, kejujuran sang ibu tuai kekaguman warganet

Kehadiran lintas elemen itu menunjukkan besarnya kebutuhan akan wadah kolaborasi antarmasjid, terutama dalam menjawab tantangan pengelolaan, regenerasi jamaah, dan tuntutan transparansi.

KOMPAK hadir sebagai sistem pendukung masjid

Ketua KOMPAK, Juli Jajuli, menegaskan bahwa KOMPAK tidak dibentuk sebagai forum seremonial atau komunitas eksklusif.

Halaman:

Tags

Terkini