khazanah

HAB ke-80 Kemenag Subang: Kerukunan umat jadi fondasi pembangunan bangsa berkelanjutan

Sabtu, 3 Januari 2026 | 11:02 WIB
Kepala Kemenag Subang, Dr. H. Badruzaman (tengah) pada Peringatan Hari Amal Bakti ke-80, Sabtu 3 Januari 2026

Baca Juga: Soal buku Gibran’s Black Paper, Roy Suryo sebut masih banyak bukti yang belum diungkap ke publik

Kerukunan jadi prasyarat pembangunan berkelanjutan

Badruzaman menekankan, masyarakat yang rukun dan damai merupakan prasyarat utama bagi berlangsungnya pembangunan yang berkelanjutan.

“Ketika umat rukun, masyarakatnya damai, pembangunan bisa berjalan. Kementerian Agama harus berada di garda terdepan memperjuangkan situasi yang harmonis itu,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, kesejahteraan masyarakat memiliki keterkaitan erat dengan pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, upaya menjaga kerukunan umat beragama harus berjalan seiring dengan dorongan peningkatan kesejahteraan sosial.

“Kesejahteraan masyarakat menjadi prasyarat penting bagi hadirnya pembangunan berkelanjutan. Inilah poin utama yang kami gaungkan dalam semangat Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke-80,” ujarnya.

Baca Juga: Tak ada korban jiwa, mobil Camat Pantan Cuaca di Gayo Lues jatuh dan terseret arus Sungai Kala Tripe

Kerukunan harus jadi ideologi sosial

Lebih lanjut, Badruzaman menegaskan bahwa kerukunan beragama tidak cukup hanya dijadikan slogan, tetapi harus disosialisasikan dan dibangun secara konsisten hingga menjadi ideologi sosial masyarakat.

“Kerukunan beragama adalah sesuatu yang mutlak. Perlu diperjuangkan, dibangun, disosialisasikan, dan yang terpenting dijadikan ideologi. Jika masyarakat sudah rukun, maka pembangunan akan berjalan dengan sendirinya,” pungkasnya.

Peringatan HAB ke-80 ini sekaligus menjadi pengingat bahwa peran Kementerian Agama bukan hanya dalam urusan administratif keagamaan, tetapi juga sebagai penjaga harmoni sosial dan pilar penting dalam pembangunan bangsa yang adil, damai, dan berkelanjutan.***

Halaman:

Tags

Terkini