Doa lintas iman, Kemenag Subang tegaskan kebersamaan jadi kunci kedamaian bangsa

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 4 September 2025 | 23:00 WIB
Kepala Kemenag Kabupaten Subang, H. Badruzaman (keempat dari kiri) dalam kegiatan doa dan istighosah bersama yang digelar Kemenag Subang pada Kamis, 4 September 2025 malam
Kepala Kemenag Kabupaten Subang, H. Badruzaman (keempat dari kiri) dalam kegiatan doa dan istighosah bersama yang digelar Kemenag Subang pada Kamis, 4 September 2025 malam

GENMILENIAL.ID – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Subang, H. Badruzaman, menegaskan bahwa doa bersama untuk keselamatan, kedamaian, kesejahteraan, dan kemajuan bangsa Indonesia tidak hanya dilakukan umat Islam, melainkan juga melibatkan umat non-muslim di Subang.

Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan doa dan istighosah bersama yang digelar Kemenag Subang pada Kamis, 4 September 2025 malam, diikuti 720 peserta dari internal Kemenag Subang.

Menurut Badruzaman, semangat kebangsaan harus dijaga melalui doa lintas iman agar persatuan tetap kokoh.

Baca Juga: Kepala Kemenag Subang: Dzikir jadi kunci ketenangan dan kedamaian masyarakat

“Pada saat yang sama, saudara-saudara non-muslim juga melaksanakan doa bersama di tempat ibadahnya masing-masing, termasuk di gereja. Ini laporan dari rekan-rekan non-muslim yang sudah menyampaikan kepada kami,” ujarnya.

Ia menjelaskan, doa kebangsaan bagi umat Kristen di Subang turut dilaksanakan melalui Zoom Meeting Kanwil Bimas Kristen Jawa Barat pada Kamis pagi, 4 September 2025, serta dilanjutkan dengan doa bersama di gereja masing-masing pada malam hari.

“Doa bersama dilaksanakan di gereja-gereja, khususnya di wilayah Purwadadi, dengan dukungan Badan Kerja Sama Gereja Kabupaten Subang. Mereka merespons baik kegiatan doa bersama ini,” kata Badruzaman.

Baca Juga: Kemenag Subang gelar istighosah untuk doakan keselamatan dan kedamaian bangsa

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kebersamaan lintas iman menjadi modal penting untuk menjaga keharmonisan sosial.

“Semua tokoh agama serentak melaksanakan doa sesuai keyakinannya masing-masing. Inilah wujud persaudaraan kebangsaan. Dengan doa lintas iman, insya Allah bangsa kita diberi keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan,” pungkasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X