Lebih lanjut, Aghitsna menyampaikan pesan dari ulama klasik seperti Imam Sufyan bin Uyainah, yang berkata:
Baca Juga: Promedia ajak pelaku media bangun optimisme di era digital lewat Mediapreneur Talks Tasikmalaya
“Kurangilah sifat mencari tahu kehidupan orang lain, niscaya peluangmu untuk melakukan ghibah akan berkurang.”
Ia juga menukil nasihat Imam Qutb Abdullah bin Abu Bakar Al-Idrus, yang menegaskan bahwa menggunjing seorang muslim bisa merusak hati, bahkan dampaknya dapat menimpa keturunan.
Pesan untuk generasi muda
Di tengah derasnya arus informasi dan budaya komentar di media sosial, Aghitsna mengajak generasi muda untuk lebih berhati-hati dalam berbicara dan menulis.
“Kini, fitnah bisa datang dari jari dan lisan. Menjaga ucapan berarti menjaga diri, karena dari satu kata bisa lahir pahala besar atau dosa yang tak bertepi,” tuturnya.***