KH. Anwar dikenal tegas dalam menjaga sistem pendidikan salaf di tengah arus modernisasi.
Meski banyak pesantren menyesuaikan kurikulum, ia tetap mempertahankan nilai-nilai klasik agar tidak kehilangan 'ruh' pesantren.
'Melestarikan yang lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik,' menjadi prinsip yang terus beliau pegang.
Tawaran dari Kementerian Agama untuk menyesuaikan kurikulum pernah datang, namun beliau menolak demi menjaga warisan para pendahulu.
3. Kesederhanaan dan keikhlasan dalam hidup
Di balik nama besar dan penghormatan luas, KH. Anwar menjalani kehidupan sederhana.
Rumahnya terbuka bagi siapa pun yang ingin bersilaturahmi, dan beliau tak pernah lelah memberikan nasihat kepada masyarakat serta para santri.
“Santri itu bukan hanya pandai membaca kitab, tetapi juga harus berakhlak dan menjaga hati,” begitu pesan beliau dalam salah satu pengajian di Lirboyo.
Keikhlasan dan keteladanan KH. Anwar Manshur menjadi warisan abadi yang menginspirasi generasi santri untuk terus meneguhkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.***