GENMILENIAL.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini berada di bawah pengawasan ketat Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
Hal ini menyusul rendahnya tingkat penyerapan anggaran oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sejak awal pelaksanaan tahun 2025.
Menkeu menegaskan, pemerintah tidak akan membiarkan dana publik mengendap terlalu lama tanpa serapan yang jelas.
“Yang saya tahu dia balikin Rp100 triliun dari anggaran yang dia minta, tapi itu belum dianggarkan betul,” ujar Purbaya di Kantor Kemenkeu, Selasa, 14 Oktober 2025.
Meski begitu, Kepala BGN Dadan Hindayana optimis bahwa anggaran sebesar Rp71 triliun yang dialokasikan tahun ini akan terserap habis sebelum akhir Desember.
Hitungan penyerapan dana MBG
Dadan menjelaskan, penyerapan anggaran MBG sangat bergantung pada jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di lapangan.
“Satu SPPG bisa menyerap Rp900 juta sampai Rp1 miliar per bulan,” jelasnya di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Kamis, 16 Oktober 2025.
Saat ini, jumlah SPPG yang aktif sudah mencapai 12.000 unit, naik dari 11.918 beberapa hari sebelumnya.
“Artinya, sudah bertambah Rp100 miliar untuk menyerap anggaran. Dalam 10 hari ke depan, 12 ribu SPPG itu bisa serap Rp6 triliun,” katanya.
Dengan perhitungan itu, BGN memperkirakan penyerapan mencapai Rp33 triliun pada akhir Oktober dan bertambah menjadi Rp40,5 triliun pada pertengahan November.
Artikel Terkait
Luhut Binsar Pandjaitan ingatkan Menkeu Purbaya: Tak perlu tarik anggaran tak terserap program MBG
Menu MBG Depok viral disebut minim gizi, SPPG ungkap alasan dan BGN lakukan sidak
MBG disebut jadi penyebab naiknya harga daging dan telur ayam, BGN: Konsumsi meningkat butuh peternak baru
CEO Promedia: Bersihkan oknum MBG, program unggulan Presiden jangan jadi proyek pribadi
Ramai soal susu MBG hanya 30 persen segar, BGN klaim tak ada manipulasi dan singgung dampak ekonomi peternak lokal
Rp10 ribu, ayam atau kentang? Potret beda menu MBG dari Sukabumi ke Depok yang viral di medsos
BGN kembalikan Rp70 triliun dana MBG tak terserap, Menkeu Purbaya: Uangnya belum ada di APBN 2025