Setiap cabang menjadi ruang ekspresi sekaligus edukasi bagi peserta dan penonton untuk menggali lebih dalam makna ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang usia, pendidikan, dan daerah menunjukkan bahwa Al-Qur’an masih menjadi pusat kehidupan spiritual masyarakat Jawa Barat.
Kang Dedy pun menutup pesannya dengan harapan agar kegiatan MTQH menjadi titik awal perjalanan panjang menuju masyarakat yang lebih religius.
“MTQH ini bukan titik akhir, tetapi awal dari perjalanan panjang kita menuju masyarakat yang Qur’ani, berakhlak, dan istimewa.”***