Sejarah perayaan Imlek yang ternyata hanya ada di Indonesia karena terjadinya diskriminasi saat era orde baru

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Rabu, 29 Januari 2025 | 00:34 WIB
Perayaan Imlek di Kota Solo, Jawa Tengah pada Minggu, 26 Januari 2025 (Instagram.com/tienkoksie)
Perayaan Imlek di Kota Solo, Jawa Tengah pada Minggu, 26 Januari 2025 (Instagram.com/tienkoksie)

Hal ini disebabkan oleh kebijakan anti-komunis pemerintah yang melihat kebudayaan China sebagai ancaman ideologi Pancasila. 

Akibatnya, masyarakat Tionghoa harus merayakan Imlek secara diam-diam tanpa adanya hari libur khusus.

Baca Juga: Piala Dunia di depan mata, begini pertaruhan besar PSSI ganti STY dengan Kluivert: Akankah berakhir manis?

Namun, diskriminasi ini mulai dihapus setelah runtuhnya Orde Baru. 

Presiden B.J. Habibie dan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mencabut larangan tersebut, sehingga masyarakat Tionghoa kembali bebas mengekspresikan kebudayaannya, termasuk perayaan Imlek. 

Meski demikian, jejak diskriminasi yang terjadi selama puluhan tahun masih meninggalkan bekas di masyarakat.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X