Diperkirakan ada 9 juta perjalanan saat libur Imlek di China, Indonesia salah satu destinasi luar negeri favorit

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Senin, 27 Januari 2025 | 07:53 WIB
Ilustrasi libur Imlek di China (unsplash/badyabbas)
Ilustrasi libur Imlek di China (unsplash/badyabbas)

GENMILENIAL.ID - Sama seperti tradisi mudik lebaran di Indonesia, China juga melakukan saat Tahun Baru Imlek.

Libur panjang juga diberikan oleh pemerintah China untuk merayakan Imlek tahun ini.

Saat Imlek, biasanya akan merayakannya dengan keluarga sehingga orang-orang yang bekerja di luar kota memanfaatkannya untuk pulang.

Selain kembali ke rumah untuk bertemu keluarga, di momen ini juga digunakan untuk berlibur di dalam maupun luar negeri.

Baca Juga: Minyak urut dari Megawati ke Presiden Prabowo dibalas bunga anggrek saat sang Ketum PDIP ulang tahun, Puan Maharani sampaikan ini

Pemerintah China sendiri telah menetapkan 8 hari libur untuk Imlek di tahun ini yang dimulai pada Selasa, 28 Januari 2025 hingga 4 Februari 2025.

Upaya pemerintah meningkatkan konsumsi masyarakat

Seperti tahun lalu, libur tahun ini mendapat tambahan satu hari hingga berjumlah 8 hari untuk bisa dinikmati masyarakat.

Hal tersebut dilakukan untuk membuat masyarakat meningkatkan lagi daya beli yang sempat melemah.

Beberapa hal juga dilakukan pemerintah untuk mendorong tingkat konsumsi masyarakat.

Baca Juga: Permasalahan visa pangeran Harry kembali mencuat, muncul kecurigaan sempat dapat perlindungan dari mantan Presiden Joe Biden

Di antaranya mencakup promosi destinasi liburan bertema musim dingin dan memastikan tiket pesawat terjangkau di seluruh negeri, kata pihak berwenang pada hari Jumat, 24 Januari 2025 saat konferensi pers Dewan Negara di Beijing.

Untuk menyambut Tahun Ular, masyarakat banyak mengunjungi tempat-tempat seperti restoran, bioskop, toko, pesta, dan belanja.

Perkirakan bakal ada 9 juta perjalanan selama libur Imlek

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X