Di Inggris, gerakan reformasi memperluas hak pilih kepada lebih banyak warga, sementara di Prancis, Revolusi 1848 melahirkan Republik Kedua, yang memberikan hak suara kepada lebih banyak warga negara.
Di Amerika Serikat, perang sipil membebaskan budak-budak dan memberikan hak pilih kepada orang-orang kulit hitam.
Selama periode ini, gerakan hak sipil dan perempuan juga mulai memperjuangkan kesetaraan politik bagi semua warga negara.
Baca Juga: Pj Bupati Subang, Dr. Imran bersama istrinya gunakan hak pilih di TPS 15 Kelurahan Soklat
4. Tantangan dan kemajuan di abad ke-20
Abad ke-20 menyaksikan berbagai tantangan bagi demokrasi, termasuk kediktatoran, perang dunia, dan penindasan politik.
Namun, periode ini juga melihat lonjakan penyebaran demokrasi di seluruh dunia.
Setelah Perang Dunia II, banyak negara bekas kolonial mendeklarasikan kemerdekaan mereka dan mengadopsi sistem pemerintahan demokratis.
Organisasi Internasional seperti PBB dan Uni Eropa juga bertujuan untuk memperkuat prinsip-prinsip demokrasi di seluruh dunia.
5. Demokrasi di era kontemporer
Di era kontemporer, demokrasi menghadapi tantangan baru, termasuk populisme, ketidaksetaraan, dan pengaruh teknologi.
Meskipun demikian, nilai-nilai demokrasi tetap menjadi landasan bagi banyak masyarakat di seluruh dunia.
Gerakan untuk transparansi, partisipasi publik, dan perlindungan hak asasi manusia terus berkembang, menandai perjalanan yang belum selesai menuju demokrasi yang lebih inklusif dan adil.
Dengan demikian, demokrasi telah mengalami perjalanan panjang dan rumit sepanjang sejarahnya.
Artikel Terkait
Hari Nusantara, merayakan keanekaragaman dan persatuan di tanah air
Merajut persatuan dalam kebhinekaan pada Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional
Museum, jejak perjalanan waktu yang terekam dalam karya seni dan artefak berharga
Demokrasi dan fondasi kekuasaan rakyat
Mengenal Aceh Darussalam, tanah rencong yang kaya budaya dan sejarah
Seni berkomunikasi, keutamaan berbicara yang baik atau lebih baik diam