Hadi menegaskan pentingnya membedakan fakta, pernyataan manajemen, dan interpretasi. Setiap kesimpulan mengenai bisnis perlu didukung informasi yang relevan dan dapat diverifikasi.
Baca Juga: 12 Pekerja di-PHK, SPN Subang bongkar dugaan intimidasi pengurus serikat di VinFast
Ia juga mengingatkan bahwa RM perlu menyusun laporan dengan mempertimbangkan kebutuhan pembacanya, termasuk manajemen yang memerlukan konteks untuk memahami angka dan perkembangan usaha calon debitur.
"Perbedaan proposal yang biasa dengan proposal yang baik bukan terletak pada panjangnya laporan. Proposal yang baik mampu menjelaskan apa yang terjadi dalam bisnis, mengapa hal itu penting, dan informasi apa yang masih perlu dikonfirmasi," ujar Hadi
"Dengan begitu, manajemen tidak sekadar menerima kumpulan data, tetapi memperoleh pemahaman bisnis yang lebih kuat sebagai bahan pertimbangan keputusan," tambahnya.
Ia menjelaskan, tujuan pelatihan ini bukan menjadikan RM sebagai pengambil keputusan kredit.
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas informasi dan analisis yang disampaikan kepada pihak yang memiliki kewenangan persetujuan.
Melalui kolaborasi ini, Promedia Group menerapkan pengalaman editorial dan jurnalistik untuk mendukung kebutuhan komunikasi profesional di sektor perbankan.
Credit Proposal Masterclass diharapkan membantu Relationship Manager Hana Bank menghasilkan laporan bisnis yang lebih tajam, ringkas, terstruktur, dan relevan dalam mendukung proses penilaian kredit.***