karir-bisnis

Kunjungan Sari Ater turun 40–50 persen, pelaku usaha berharap kebijakan efisiensi dan larangan study tour dilonggarkan

Minggu, 20 September 2026 | 13:55 WIB
Director of Sales Sari Ater Hot Springs Ciater, D.S. Setiadhi atau Adhi, saat ditemui di Sari Ater, Sabtu, 19 September 2026

Baca Juga: Kolam rendam D’Castello makin ramai, anak-anak jadi pengunjung yang paling antusias

Untuk menghadapi situasi tersebut, Sari Ater melakukan berbagai kegiatan promosi secara rutin.

Setiap bulan, tim melakukan promosi untuk mencari tamu dan meningkatkan jumlah pengunjung, khususnya untuk kegiatan rekreasi.

Perluas pasar lewat travel agent

Selain promosi rutin, Sari Ater memperluas jaringan melalui kerja sama dengan travel agent. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah West Java Travel Mart 2026 atau WJTM 2026 yang digelar pada 14 September 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Sari Ater mengundang para pelaku usaha travel agent untuk melihat langsung fasilitas yang tersedia sekaligus mengenal potensi wisata di Jawa Barat.

Baca Juga: Nusron Wahid ngaku tak tahu skandal HGB Summarecon di ATR BPN, tepis dugaan menghilang seperti jin

Adhi menyebut sekitar 125 travel agent hadir dalam kegiatan tersebut. Pesertanya berasal dari sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Timur, Bali, Aceh, Bandung, dan Jakarta. Selain itu, terdapat pula travel agent dari Malaysia dan Singapura.

Menurut Adhi, kegiatan tersebut menjadi salah satu strategi untuk memperluas jaringan pemasaran dan mendatangkan wisatawan ke Sari Ater.

Untuk promosi bersama travel agent, Sari Ater menjalankannya secara berkala setiap tiga bulan. Sementara WJTM dilaksanakan satu kali dalam setahun dengan lokasi yang berbeda-beda.

Baca Juga: Viral warga Bener Meriah kompak bangun jalan rusak, patungan Rp80 juta secara swadaya

Bidik perusahaan di Bekasi hingga Karawang

Sari Ater juga membidik pasar korporasi untuk meningkatkan kunjungan. Salah satu program yang dilakukan adalah corporate gathering dengan mengundang sejumlah HRD dari wilayah Bekasi, Cikarang, dan Karawang.

Para HRD tersebut diajak melihat berbagai fasilitas yang tersedia di Sari Ater. Harapannya, perusahaan dapat menggelar kegiatan seperti gathering maupun meeting di lokasi tersebut.

Strategi tersebut juga diarahkan untuk membuka peluang rekomendasi kepada pimpinan perusahaan, termasuk perusahaan yang memiliki atasan ekspatriat dari Korea dan Jepang.

Halaman:

Tags

Terkini

Kecilkan dapur MBG, perluas kesempatan usaha untuk rakyat

Minggu, 13 September 2026 | 21:18 WIB