karir-bisnis

Suplai air ke Pelabuhan Patimban masih 2 liter per detik, Perumda TRS bidik APBN 2027

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:33 WIB
Direktur Utama Perumda Tirta Rangga Subang (TRS), Lukman Nurhakim, saat memberikan keterangan terkait penguatan jaringan air bersih di kawasan Pantura dan Pelabuhan Patimban, Subang (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID — Perumda Tirta Rangga Subang (TRS) mengusulkan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 untuk memperkuat jaringan perpipaan air bersih di kawasan Pantura, khususnya sekitar Pelabuhan Patimban.

Usulan tersebut muncul setelah Perumda TRS tidak mendapatkan penyertaan modal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Subang maupun bantuan APBN pada 2026.

Direktur Utama Perumda TRS, Lukman Nurhakim, mengatakan penguatan jaringan air bersih menjadi kebutuhan penting seiring semakin berkembangnya aktivitas di kawasan Pelabuhan Patimban.

Baca Juga: Gempa NTT: 38 Orang meninggal dunia dan 13 orang luka-luka

Menurutnya, jangan sampai pertumbuhan kawasan strategis tersebut justru diikuti persoalan pemenuhan kebutuhan air bagi masyarakat dan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

"Kami berharap untuk 2027 ada bantuan APBN untuk perpipaan di wilayah Pantura, terutama kawasan Pelabuhan Patimban. Jangan sampai perkembangan Patimban nanti justru menimbulkan persoalan kebutuhan air bagi masyarakat di sekitarnya," kata Lukman.

Kebutuhan air Patimban bisa capai 7 liter per detik

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Perumda TRS adalah kapasitas suplai air menuju kawasan Pelabuhan Patimban yang saat ini masih jauh di bawah kebutuhan berdasarkan kajian.

Baca Juga: Polisi tetapkan 4 tersangka kasus challenge hafalan ayat Al-Quran berhadiah miras, libatkan MUI dan Kemenag dalam penyidikan

Jaringan perpipaan menuju kawasan pelabuhan sebenarnya telah tersedia sejak kawasan tersebut diresmikan pada 2021. KSOP Patimban juga telah memiliki ground tank dengan kapasitas sekitar 1.800 meter kubik.

Namun, suplai air yang berjalan saat ini rata-rata baru mencapai sekitar dua liter per detik. Sementara berdasarkan feasibility study atau kajian kelayakan, kebutuhan air dapat mencapai sekitar tujuh liter per detik.

"Sekarang rata-rata suplai sekitar dua liter per detik. Kalau berdasarkan kajian, kebutuhan bisa sampai tujuh liter per detik. Ini yang harus kami siapkan ke depan," ungkap Lukman.

Kebutuhan tersebut diperkirakan meningkat seiring semakin aktifnya kegiatan terminal peti kemas serta aktivitas ekspor-impor di kawasan Pelabuhan Patimban.

Baca Juga: Tak hanya MC penantang hafalan Al-Quran, vokalis RoBoKop juga disorot buntut foto 'gaya takbir' di Sounds Project

Halaman:

Tags

Terkini