“Tadinya saya pikir mau turunin. Tapi mereka minta konstan aja, ya sudah saya ikuti. Jadi tarif tidak kita naikin,” ungkapnya.
Baca Juga: Polisi buru pemotor arogan di Ciwidey, viral hentikan bus di tikungan tajam
Pengamat: Perlu jalan tengah
Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar menilai dilema antara rokok, kesehatan, dan ekonomi memang klasik.
Data BPJS Kesehatan menunjukkan penyakit katastropik seperti jantung dan stroke ada kaitannya dengan rokok, namun faktor lain seperti gula, garam, dan lemak juga berkontribusi.
“Pemerintah harus mampu tidak mengorbankan satu, tapi juga tidak membiarkan yang lain. Lapangan kerja tetap dibutuhkan, mungkin ada alternatif lain,” katanya.
Menurut Timboel, kenaikan cukai pun tidak otomatis menekan konsumsi karena rokok ilegal masih beredar luas tanpa penegakan hukum yang kuat.
Baca Juga: Insentif Rp100 ribu untuk guru penanggung jawab, pemerintah tambah skema distribusi MBG di lapangan
Janji Purbaya lindungi industri rokok
Purbaya juga menegaskan komitmennya melindungi industri rokok dalam negeri dari gempuran rokok ilegal dan impor palsu.
“Kita menarik ratusan triliun pajak dari rokok, sementara industrinya tidak dilindungi. Itu tidak fair. Saya hidupkan yang di sini, yang dari luar yang dibatasi,” tandasnya.
Sebagai langkah nyata, Purbaya sudah memanggil sejumlah marketplace besar seperti Tokopedia, Bukalapak, dan BliBli untuk melarang penjualan rokok ilegal di platform mereka.***