karir-bisnis

Rokok jadi polemik ekonomi dan kesehatan, Menkeu Purbaya: Pilih yang paling bermanfaat untuk masyarakat

Rabu, 1 Oktober 2025 | 19:26 WIB
Menkeu Purbaya soal kritik cukai rokok bisa berpengaruh pada kesehatan (Instagram/menkeuri)

GENMILENIAL.ID – Polemik kebijakan tarif cukai rokok kembali mengemuka usai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menerima karangan bunga berisi kritik terkait keputusan pemerintah tidak menaikkan tarif cukai rokok tahun 2026.

Karangan bunga itu memuat sindiran bahwa kebijakan tersebut akan membuat masyarakat kian mudah membeli rokok, sementara beban kesehatan akibat konsumsi rokok justru semakin besar.

Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan setiap kebijakan memang tidak lepas dari pro dan kontra.

Baca Juga: Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Subang: Bupati Reynaldy ingatkan persatuan jadi kunci hadapi tantangan bangsa

Menurutnya, pemerintah harus memilih jalan tengah dengan mempertimbangkan manfaat terbesar bagi masyarakat.

“Kita lihat mana yang paling bermanfaat buat ekonomi dan masyarakat, itu yang kita kerjakan. Saya nggak mau industri kita mati terus kita biarkan yang ilegal hidup,” ujar Purbaya, Selasa, 30 September 2025.

Alasan kesehatan vs serapan tenaga kerja

Purbaya menilai kritik yang menekankan aspek kesehatan harus diimbangi dengan pertimbangan ekonomi, khususnya soal lapangan kerja.

“Kalau kesehatan, kalau bisa menciptakan lapangan kerja sebanyak industri rokok yang mati, boleh kebijakannya langsung diubah. Kalau nggak bisa, jangan cuma ngomong. Masyarakat juga perlu penghidupan,” tegasnya.

Baca Juga: 5 Poin kritis proposal perdamaian Gaza ala Trump-Netanyahu, dari pemerintahan transisi hingga masa depan Palestina

Ia menyebut hingga kini belum pernah ada rancangan kebijakan alternatif yang mampu menggantikan industri rokok sebagai penopang lapangan kerja jutaan orang di Indonesia.

Keputusan tarif cukai rokok 2026

Sebelumnya, Purbaya mengumumkan pemerintah tidak akan menaikkan tarif cukai rokok tahun 2026.

Keputusan ini diambil usai berdiskusi dengan perwakilan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI) seperti Djarum, Gudang Garam, dan Wismilak.

Halaman:

Tags

Terkini