Asuransi permanen dengan nilai tunai sering terlihat menarik, namun pakar menilai asuransi berjangka lebih sesuai bagi banyak keluarga karena murah dan efektif.
4. Mengabaikan detail polis
Premi dan pertanggungan bukan satu-satunya hal penting.
Baca Juga: Ikuti instruksi presiden, Kementerian PU gerak cepat data dan rehabilitasi fasilitas umum rusak
Detail syarat, pengecualian, dan ketentuan polis perlu dipahami agar tidak menyesal di kemudian hari.
5. Tidak pernah meninjau ulang polis
Kondisi hidup berubah seiring waktu. Polis perlu ditinjau kembali setiap lima tahun atau ketika ada peristiwa besar seperti menikah atau punya anak.
Menurut para pakar, bersikap proaktif dalam memilih serta mengevaluasi polis merupakan langkah penting untuk memastikan perlindungan tetap relevan.
Dengan begitu, asuransi jiwa benar-benar menjadi pelindung finansial, bukan sebaliknya.***