GENMILENIAL.ID – Memasuki dunia kerja untuk pertama kalinya sering bikin canggung.
Laporan TIME (Juli 2025) bahkan menyoroti bahwa Generasi Z, yang kini mendominasi pasar tenaga kerja, sering kesulitan menyesuaikan diri, bukan karena kurang kemampuan, tapi karena proses onboarding di perusahaan masih jauh dari ideal.
Gen Z hadir dengan energi, kemampuan digital, dan idealisme tinggi.
Tapi tanpa arahan yang jelas, mereka bisa cepat merasa tidak cocok dan resah mencari pekerjaan baru.
Baca Juga: Apple bangun Akademi Developer baru di Jakarta, siap cetak 1.000 talenta digital per tahun
Onboarding bukan sekadar formalitas
Dalam riset TIME, hanya 12 persen karyawan yang menilai perusahaannya punya onboarding yang baik. Bahkan, hanya 29 persen yang merasa siap setelah melewati orientasi.
Padahal, onboarding adalah 'jembatan' dari status diterima menjadi bagian dari tim.
Ketika gagal, karyawan baru terutama Gen Z, bisa merasa terasing, kehilangan motivasi, bahkan memutuskan pindah sebelum berkontribusi optimal.
Apa yang dibutuhkan Gen Z?
Gen Z ingin tahu bagaimana peran mereka nyambung dengan tujuan besar perusahaan.
Baca Juga: Polres Subang lakukan penyekatan antisipasi demo pelajar dan buruh ke DPR RI
Transparansi soal misi, target, dan ekspektasi kerja bisa bikin mereka lebih engaged.
Beberapa langkah yang disarankan: