Studi: Gen Z paling merasa tak nyaman lihat ibu menyusui di ruang publik, terkait isu privasi

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 26 Agustus 2025 | 18:13 WIB
Ilustrasi seorang ibu menyusui bayinya di tempat umum (Freepik.com)
Ilustrasi seorang ibu menyusui bayinya di tempat umum (Freepik.com)

GENMILENIAL.IDMenyusui seharusnya menjadi aktivitas alami, namun faktanya sebagian masyarakat Indonesia masih menganggapnya tabu jika dilakukan di ruang publik.

Hal ini terungkap dalam studi terbaru Health Collaborative Center (HCC) yang dirilis bertepatan dengan Pekan Menyusui Sedunia 2025.

Penelitian daring yang melibatkan 731 responden itu menemukan bahwa 1 dari 3 orang Indonesia memiliki pandangan kontra terhadap ibu yang menyusui di tempat umum.

Baca Juga: Viral, diduga anggota Polres Manokwari digerebek istri sah saat bersama dua wanita di kamar hotel

“Bukan menolak, tapi mereka merasa tidak nyaman. Artinya, menyusui di ruang publik masih dianggap tidak wajar,” jelas pendiri sekaligus peneliti utama HCC, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, di Jakarta, Sabtu 9 Agustus 2025.

Empat persepsi negatif

HCC mencatat empat persepsi negatif utama masyarakat terkait ibu menyusui di ruang publik:

  1. 29,7 persen merasa aktivitas tersebut membuat suasana tidak nyaman.
  2. 30 persen merasa gelisah saat melihatnya.
  3. 29 persen berpendapat menyusui sebaiknya hanya dilakukan di ruang khusus, bukan area publik.
  4. 50 persen tidak setuju jika menyusui dilakukan tanpa penutup (nursing cover).

Baca Juga: Fenomena treatonomics: Labubu hingga tiket konser jadi ‘kemewahan kecil’ Gen Z di tengah krisis ekonomi

Ray menyebut hal ini sebagai red flag, karena menyusui masih dipandang bukan perilaku naluriah yang layak mendapat dukungan.

Lokasi publik dengan penolakan tertinggi

Beberapa lokasi publik dengan tingkat penolakan terbesar antara lain:

  • Transportasi umum (33,8 persen)
  • Taman/ruang terbuka (34,6 persen)
  • Kafe (32,8 persen)
  • Tempat makan (30,6 persen)

“Stimulus ketika melihat ibu menyusui di KRL atau MRT membuat orang paling tidak nyaman,” kata Ray.

Baca Juga: Diterpa isu pailit induknya, pabrik mobil listrik China neta andalkan stok suku cadang di RI

Gen Z dan isu privasi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X