Politik kaum muda jadi kunci masa depan Subang, Pengamat: Saatnya milenial dan Gen Z tentukan arah

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 13 Juni 2025 | 12:12 WIB
Pengamat Politik dan Kebijakan Publik, Kaka Suminta saat menjadi narasumber pada Ngopi Bareng bahas Subang Ngabret di Balai Cak Imin, Sukamelang, Kamis, 12 Juni 2025
Pengamat Politik dan Kebijakan Publik, Kaka Suminta saat menjadi narasumber pada Ngopi Bareng bahas Subang Ngabret di Balai Cak Imin, Sukamelang, Kamis, 12 Juni 2025

GENMILENIAL.ID - Pengamat Politik dan Kebijakan Publik, Kaka Suminta, menilai kepemimpinan kaum muda di Kabupaten Subang menjadi momentum strategis untuk membentuk arah politik dan pembangunan daerah.

Hal ini disampaikan dalam diskusi publik bertajuk Ngopi Bareng: Arah Baru Menggali Potensi Subang Ngabret yang digelar Forum Arus Bawah di Balai Cak Imin, Sukamelang, Kamis, 12 Juni 2025.

Menurut Kaka Suminta, Subang saat ini dipimpin oleh sosok termuda dari seluruh kepala daerah se-Indonesia, dan kondisi ini harus dimanfaatkan oleh generasi milenial dan Gen Z untuk merumuskan gagasan segar dan berkelanjutan dalam membangun daerah.

Baca Juga: Forum Arus Bawah gelar ngopi bareng, bahas arah baru Subang 'Ngabret'

“Saya yang sudah berumur seperti ini tidak bisa membayangkan pikiran imajinatif dari orang-orang muda. Maka saya pikir kepemimpinan politik Subang ke depan adalah bagaimana generasi milenial dan Gen Z ini menentukan arah konsepsinya ke depan,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa masa depan suatu bangsa, termasuk Subang, sangat ditentukan oleh dua faktor utama: penguasaan teknologi informasi dan keterlibatan aktif kaum muda dalam proses politik.

“Kunci sebuah bangsa bukan hanya Kabupaten Subang adalah dua hal. Pertama, teknologi informasi. Kedua, orang muda. Tapi sampai saat ini, kaum muda belum sungguh-sungguh membentuk dan mengonsep arah Subang secara konkret,” jelasnya.

Kaka juga menyoroti pentingnya keberlanjutan dalam politik. Ia mendorong agar perbedaan pendapat di antara kelompok masyarakat dijadikan kekuatan dan diorkestrasi menjadi warna politik khas Subang.

Baca Juga: Prabowo tegaskan dukungan penuh bagi kemandirian industri pertahanan nasional

“Subang perlu punya warna politik yang berkesinambungan. Perbedaan pendapat itu hikmah, bukan ancaman. Yang penting adalah bagaimana itu diolah menjadi kekuatan,” tuturnya.

Terkait jargon “Ngabret” yang menjadi tema diskusi, ia menawarkan makna baru: Ngahiji, Berkarya, dan Terdepan.

“Ngabret bukan sekadar lari cepat. Ngabret itu, menurut saya, Ngahiji (bersatu), Berkarya, dan Terdepan. Subang butuh semangat itu,” katanya.

Diskusi publik ini merupakan bagian dari inisiatif Forum Arus Bawah untuk menggali pemikiran konstruktif dari berbagai kalangan demi mendukung arah pembangunan Subang ke depan, terutama dalam menghadapi era politik baru yang semakin menuntut partisipasi kaum muda.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X