Pengembangan SAF sejalan dengan komitmen Pertamina untuk mendukung target net zero emission pada 2060 dan mengurangi emisi gas rumah kaca.
Selain memberikan alternatif energi terbarukan, inovasi ini juga membuka peluang bisnis baru dalam pemanfaatan limbah rumah tangga seperti minyak jelantah.
Jika program ini berhasil diperluas, Indonesia berpotensi menjadi pusat produksi SAF di kawasan Asia Tenggara, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dengan sumber daya lokal.***