Ketua KREASI PATI, Acep Iqbal Syamsul Bilad, menegaskan bahwa keterhubungan data lintas sektor menjadi fondasi penting dalam pengembangan ekonomi kreatif modern.
Menurutnya, potensi sumber daya manusia kreatif perlu dihubungkan langsung dengan kebutuhan industri agar tercipta ekosistem yang produktif dan berkelanjutan.
Baca Juga: Pilu karyawan Alfamart usai wacana relokasi di Lombok Tengah: Biaya kos nggak cukup, jauh dari rumah
Sementara itu, Dosen Fakultas Teknik Program Studi Teknologi Informasi UMK, Arief Susanto, menjelaskan bahwa platform ekonomi kreatif berbasis web yang dikembangkan bertujuan mempercepat kolaborasi digital.
Sistem tersebut mengintegrasikan berbagai layanan, mulai dari sertifikasi, katalog produk, inovasi masyarakat, hingga pelatihan berbasis teknologi dalam satu platform terpadu.
“Kemudahan akses sertifikasi akan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk ekonomi kreatif daerah,” jelas Arief.
Ia menambahkan, pelaku ekraf membutuhkan pendampingan terstruktur agar proses sertifikasi menjadi lebih mudah, terjangkau, dan transparan.
Kolaborasi hexahelix perkuat ekosistem
Kegiatan ini turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam konsep hexahelix, mulai dari pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, hingga lembaga pendukung lainnya.
Beberapa pihak yang terlibat di antaranya Bapperida Kabupaten Pati, Dinas Kominfo, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Kepemudaan, serta lembaga pendidikan dan pelaku usaha lokal.
KREASI PATI sendiri merupakan bagian dari jejaring nasional Indonesia Creative Cities Network (ICCN), yang menghubungkan lebih dari 265 kabupaten/kota dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Melalui jejaring tersebut, Kabupaten Pati memiliki peluang lebih besar untuk memperluas kolaborasi hingga tingkat nasional.
Baca Juga: Bupati Subang hadiri HUT ke-65 Bank BJB, Kang Rey dorong penguatan sinergi ekonomi daerah
Perkuat bonus demografi dan ekonomi daerah
Artikel Terkait
Raffi Ahmad kunjungi Subang, siap dorong ekraf lokal tembus pasar nasional
ICCN perkuat sinergi dengan Kementerian Ekraf, usung AI dan kompas kota kreatif untuk akselerasi nasional
Terobosan KUR berbasis kekayaan intelektual, pelaku ekraf bisa ajukan modal tanpa agunan fisik
Pelaku kreatif Jateng berkumpul di Grobogan, perkuat kolaborasi ekonomi kreatif daerah
Camping Kreatif Buton Tengah 2026 himpun 152 pelaku ekraf, dorong kolaborasi dan promosi wisata
Kampung Influencer Cianjur resmi diluncurkan, dorong ekonomi kreatif berbasis digital
Jelang Sensus Ekonomi 2026, BPS Banten gandeng Fekraf perkuat data ekonomi kreatif