Kolaborasi hexahelix di Pati, sistem ekraf terintegrasi dorong daya saing UMKM

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 22 Mei 2026 | 13:39 WIB
Pelaku UMKM dan pemangku kepentingan di Kabupaten Pati mengikuti kolaborasi hexahelix pengembangan sistem ekraf terintegrasi berbasis digital untuk mendorong UMKM naik kelas dan memperkuat daya saing di era digital pada Kamis, 21 Mei 2026 (Dok. Istimewa)
Pelaku UMKM dan pemangku kepentingan di Kabupaten Pati mengikuti kolaborasi hexahelix pengembangan sistem ekraf terintegrasi berbasis digital untuk mendorong UMKM naik kelas dan memperkuat daya saing di era digital pada Kamis, 21 Mei 2026 (Dok. Istimewa)

Ketua KREASI PATI, Acep Iqbal Syamsul Bilad, menegaskan bahwa keterhubungan data lintas sektor menjadi fondasi penting dalam pengembangan ekonomi kreatif modern.

Menurutnya, potensi sumber daya manusia kreatif perlu dihubungkan langsung dengan kebutuhan industri agar tercipta ekosistem yang produktif dan berkelanjutan.

Baca Juga: Pilu karyawan Alfamart usai wacana relokasi di Lombok Tengah: Biaya kos nggak cukup, jauh dari rumah

Sementara itu, Dosen Fakultas Teknik Program Studi Teknologi Informasi UMK, Arief Susanto, menjelaskan bahwa platform ekonomi kreatif berbasis web yang dikembangkan bertujuan mempercepat kolaborasi digital.

Sistem tersebut mengintegrasikan berbagai layanan, mulai dari sertifikasi, katalog produk, inovasi masyarakat, hingga pelatihan berbasis teknologi dalam satu platform terpadu.

“Kemudahan akses sertifikasi akan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk ekonomi kreatif daerah,” jelas Arief.

Ia menambahkan, pelaku ekraf membutuhkan pendampingan terstruktur agar proses sertifikasi menjadi lebih mudah, terjangkau, dan transparan.

Baca Juga: Di tengah ejekan menteri Israel ke relawan GSF yang digeruduk saat menuju Gaza, aktivis perempuan teriak: Palestina merdeka!

Kolaborasi hexahelix perkuat ekosistem

Kegiatan ini turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam konsep hexahelix, mulai dari pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, hingga lembaga pendukung lainnya.

Beberapa pihak yang terlibat di antaranya Bapperida Kabupaten Pati, Dinas Kominfo, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Kepemudaan, serta lembaga pendidikan dan pelaku usaha lokal.

KREASI PATI sendiri merupakan bagian dari jejaring nasional Indonesia Creative Cities Network (ICCN), yang menghubungkan lebih dari 265 kabupaten/kota dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Melalui jejaring tersebut, Kabupaten Pati memiliki peluang lebih besar untuk memperluas kolaborasi hingga tingkat nasional.

Baca Juga: Bupati Subang hadiri HUT ke-65 Bank BJB, Kang Rey dorong penguatan sinergi ekonomi daerah

Perkuat bonus demografi dan ekonomi daerah

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X