Harga plastik naik hingga 40 persen, UMKM keripik tempe di Malang terancam ikut naik harga

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Rabu, 1 April 2026 | 18:19 WIB
Menyoroti cerita viral dari pedagang UMKM keripik tempe di Malang yang mengeluhkan kenaikan harga plastik kemasan imbas konflik di Timur Tengah (Instagram.com/@lambegosiip)
Menyoroti cerita viral dari pedagang UMKM keripik tempe di Malang yang mengeluhkan kenaikan harga plastik kemasan imbas konflik di Timur Tengah (Instagram.com/@lambegosiip)

GENMILENIAL.ID – Kenaikan harga plastik kemasan mulai dirasakan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Malang, Jawa Timur.

Lonjakan harga tersebut dikhawatirkan berdampak pada kenaikan harga produk, khususnya keripik tempe yang menjadi salah satu unggulan daerah.

Informasi ini viral di media sosial setelah diunggah akun Instagram @lambegosiip pada Rabu, 1 April 2026.

Dalam unggahan itu disebutkan harga plastik kemasan di kawasan Sanan, Kota Malang, naik hingga Rp6 ribu per pack.

Baca Juga: Pemerintah panggil Google dan Meta, tegaskan perlindungan 70 juta anak di ruang digital

Harga plastik melonjak signifikan

Kenaikan harga plastik disebut mencapai 30 hingga 40 persen dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi ini menjadi beban tambahan bagi pelaku UMKM yang sangat bergantung pada kemasan plastik untuk menjaga kualitas produk.

Sejumlah pedagang mengaku terpaksa memutar otak agar tetap bisa bertahan di tengah kenaikan biaya produksi.

Biaya produksi kian membengkak

Salah satu pedagang plastik kemasan di Malang, Sakinatun Najwa, mengungkapkan bahwa hampir semua jenis plastik mengalami kenaikan harga.

Baca Juga: Viral petinju lokal cekik turis Rusia di Bali, diduga bikin onar hingga ganggu warga

“Harga plastik biasa yang sebelumnya berada di kisaran Rp31 ribu per kilogram sekarang naik menjadi Rp44 ribu per kilogram,” ujarnya.

Ia menambahkan, plastik bermerek Mapan bahkan mengalami kenaikan lebih tinggi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X