“Yang sebelumnya Rp35 ribu per kilogram kini melonjak menjadi Rp53 ribu per kilogram,” tambahnya.
Kenaikan tersebut secara langsung meningkatkan biaya produksi pelaku UMKM.
Baca Juga: Viral mobil program Makan Bergizi Gratis diduga dipakai jemput penumpang di Bandara Lombok
Dampak konflik global
Lonjakan harga plastik ini diduga dipengaruhi kondisi global, termasuk konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.
Plastik sebagai produk turunan minyak bumi sangat bergantung pada stabilitas harga minyak dunia.
Ketika pasokan terganggu dan harga minyak naik, bahan baku plastik ikut terdongkrak sehingga berdampak pada harga jual di tingkat lokal.
UMKM terancam naikkan harga produk
Kondisi ini membuat pelaku UMKM berada dalam dilema, antara menaikkan harga produk atau menanggung beban biaya produksi yang semakin tinggi.
Baca Juga: Ledakan saluran limbah di Malioboro lukai 3 orang, dipicu gas metana dari bio-filter tersumbat
Jika harga produk ikut naik, dikhawatirkan akan memengaruhi daya beli konsumen.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pemerintah setempat terkait lonjakan harga plastik kemasan tersebut.
Namun, peristiwa ini menjadi perhatian karena menunjukkan dampak langsung situasi global terhadap pelaku usaha kecil di daerah.***
Artikel Terkait
Kejagung geledah rumah Dirut Sritex, temukan uang miliaran dalam plastik kartun Disney
Mirip kasus Arya Daru, remaja 14 tahun di Simalungun ditemukan tewas dengan kepala tertutup plastik
Anak usaha IMPC gandeng dua perusahaan Jepang, ubah limbah plastik jadi bahan bangunan ramah lingkungan
Warga percaya air sinkhole limapuluh Kota Sumbar bisa jadi obat, antre bawa botol dan plastik
Viral pembagian MBG di SD Muara Badak, siswa terima kelapa utuh dibungkus plastik
Viral guru di Blitar keluhkan harus pindahkan MBG dari kantong SPPG ke plastik, disebut kurangi jam mengajar
Kebakaran hebat pabrik plastik di Bogor, api baru padam setelah 7 jam pemadaman