GENMILENIAL.ID — Perumda Tirta Rangga Subang mulai melakukan pembahasan teknis terkait tingginya angka Non Revenue Water (NRW) di wilayah Kasomalang.
Usai hujan mereda pada Senin 1 Desember 2025 sore, tim penanggulangan kebocoran turun melakukan evaluasi khusus bersama Direktur Utama, Lukman Nurhakim.
Lukman menyebut persoalan NRW kerap disederhanakan hanya sebagai 'kebocoran air', padahal akar masalahnya jauh lebih kompleks.
“Bahasa sederhananya memang kebocoran. Tapi sebenarnya tidak sesederhana itu memahaminya,” ujar Lukman.
Menurutnya, NRW adalah selisih antara debit air yang didistribusikan dengan debit yang tercatat sebagai penjualan.
Jika air tidak terjual atau tidak masuk pencatatan, kondisi tersebut dikategorikan sebagai non revenue.
Masalah NRW tak selalu soal pipa bocor
Lukman menjelaskan bahwa kebocoran fisik hanyalah salah satu penyebab dari tingginya NRW. Ada banyak faktor lain yang harus dibedah satu per satu.
“Masalahnya bukan hanya kebocoran fisik, tapi bisa juga salah input data, rendahnya akurasi water meter, atau faktor lainnya,” jelasnya.
Karena itu, tim teknis Tirta Rangga menggelar diskusi mendalam untuk menemukan sumber persoalan yang paling dominan.
Evaluasi lapangan dimulai dari Kasomalang
Artikel Terkait
Perumda Tirta Rangga Subang sambung jaringan air bersih ke Pelabuhan Patimban dan Dapur MBG
Tak hanya layani air bersih, Perumda Tirta Rangga Subang hadir untuk warga Subang
Perumda Tirta Rangga Subang rotasi 23 pegawai, 3 disanksi nonjob karena indisipliner
Pendapatan Rp600 juta per bulan dari Aqua, Dirut Tirta Rangga: Semua tercatat resmi dan masuk PAD
Kerja sama Perumda Tirta Rangga dan Aqua disorot: Kontribusi Rp600 juta per bulan, ini penjelasan lengkapnya
Bupati Subang sindir pihak yang ‘meramaikan fitnah’, minta dukungan warga agar program pembangunan tidak terganggu
Polres Subang konfrontasi empat pejabat di kasus dugaan pencemaran nama baik dan isu setoran, penyidikan memasuki fase penentuan