Cak Imin menilai, program hunian terjangkau seperti Griya Pekerja merupakan salah satu bentuk konkret pemberdayaan tenaga kerja.
Program ini sekaligus menjadi bukti kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mendukung kesejahteraan pekerja.
Hunian terjangkau dan fasilitas penunjang produktivitas
Lebih lanjut, Cak Imin menekankan bahwa fasilitas pendukung pekerja tidak berhenti pada penyediaan hunian saja.
Pemerintah juga menyiapkan sejumlah fasilitas lain seperti pengurangan pajak, transportasi publik murah, hingga layanan kesehatan gratis sebagai langkah strategis meringankan beban hidup masyarakat pekerja.
“Mulai dari pekerja informal, masuk pekerja formal. Setelah pekerja formal, peningkatan kapasitas, skill, kesejahteraan, naik kelas lagi,” tutur Cak Imin.
Cak Imin optimis, peningkatan kesejahteraan dan produktivitas tenaga kerja akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi nasional.
“Mayoritas pekerja masih di bawah rata-rata kesejahteraan, terutama yang informal. Maka kita akan tingkatkan produktivitas. Dengan meningkatnya produktivitas, ekonomi nasional juga ikut tumbuh,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Pj. Bupati Subang tandatangani MoU dengan PT. TKG Taekwang Indonesia dan PT. Evoluzione Tyres terkait kemitraan pelatihan dan penempatan tenaga kerja
Kabupaten Subang punya dua 'Kawasan Ekonomi Khusus', Pj. Bupati harap bisa dongkrak ekonomi, serap tenaga kerja dan pemberdayaan BUMD
Cak Imin ungkap hitung-hitungan program makan bergizi, dari dana awal yang capai Rp70 triliun hingga biaya Rp10 ribu per porsi
Milenial dan Gen Z harus tau, ini gebrakan Kang Rey dalam atasi problem tenaga kerja di Subang: Siapkan sistem yang terintegrasi
Bawa pesan Prabowo, Cak Imin jabat tangan dengan Paus Leo XIV di Vatikan
KPK usut dugaan korupsi izin tenaga kerja asing di Kemenaker, peran imigrasi disorot
Pidato Prabowo di PBB tuai pujian: Titiek Soeharto terharu, Cak Imin samakan dengan Bung Karno