Trump dan Xi Jinping bertemu di Korsel, sinyal redanya perang dagang AS-China setelah aksi saling balas tarif pelabuhan

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Sabtu, 1 November 2025 | 16:39 WIB
Menyoroti pertemuan Presiden AS, Donald Trump dan Presiden China, Xi Jinping di tengah situasi perang tarif dagang (Instagram.com/@realdonaldtrump - @xi_jinping_)
Menyoroti pertemuan Presiden AS, Donald Trump dan Presiden China, Xi Jinping di tengah situasi perang tarif dagang (Instagram.com/@realdonaldtrump - @xi_jinping_)

Tak lama berselang, Trump membalas dengan menaikkan tarif impor barang asal China hingga 100 persen serta membatasi ekspor perangkat lunak penting ke Beijing.

Kebijakan saling balas tersebut menimbulkan efek domino terhadap rantai pasok global, termasuk Indonesia yang masih bergantung pada kestabilan ekspor bahan mentah dan manufaktur.

Baca Juga: Hasan Nasbi ajak masyarakat nilai jasa dan dosa Soeharto secara adil: Dia layak jadi pahlawan, tapi bukan tanpa kesalahan

Kadin: Ketidakkonsistenan kebijakan global lebih bahaya dari tarif

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, menilai perang tarif antara AS dan China menunjukkan ketidakkonsistenan kebijakan global yang berpotensi mengguncang pasar dunia.

“Tarif itu bukan hanya soal saling mengungguli. Yang lebih bahaya justru ketidakkonsistenan kebijakan yang terus berulang,” kata Anindya saat Indonesia International Sustainability Forum (IISF) di Jakarta, 11 Oktober 2025.

Ia menambahkan, kondisi ini menjadi alasan kuat bagi Indonesia untuk memperluas pasar ke kawasan Eropa yang dinilai lebih stabil dan memiliki ukuran pasar mencapai 21 triliun dolar AS.

“Karena market size-nya besar dan kebijakan mereka lebih stabil, itu menjadi peluang bagi kita,” ujarnya.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X