Sidak mendadak ke bank BUMN
Selain menuntaskan kewajiban negara, Purbaya menunjukkan gaya kepemimpinannya dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke bank BUMN.
“Saya muter-muter secara acak, biar mereka kapok! Saya akan cek bank-bank yang lain secara random,” ujarnya usai sidak ke Bank Negara Indonesia (BNI), Senin 29 September 2025.
Ia menyoroti dua hal utama: memastikan dana Rp200 triliun ditempatkan pemerintah benar-benar disalurkan dalam bentuk kredit produktif, serta tidak digunakan untuk menimbun dolar yang bisa melemahkan rupiah.
Penempatan dana Rp200 triliun
Sebelumnya, pemerintah memindahkan Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke lima bank pelat merah sejak 12 September 2025.
Rinciannya, BRI, BNI, dan Mandiri masing-masing Rp55 triliun, BTN Rp25 triliun, dan BSI Rp10 triliun.
Langkah ini diharapkan mempercepat pemulihan ekonomi lewat penyaluran kredit produktif ke masyarakat.***
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya ingatkan crazy rich tak bisa lagi hindari pajak, bidik Rp60 triliun dari penunggak
Buramnya nasib tax amnesty, Menkeu Purbaya tolak, serikat buruh ikut kecam
Coretax jadi taruhan Purbaya: Janji rampung 1 bulan usai catat 397 kasus error
Profil Anggito Abimanyu resmi jadi Ketua DK LPS gantikan Purbaya Yudhi Sadewa
Purbaya janji 'sikat' rantai rokok ilegal: Dari marketplace sampai warung kecil
Menkeu Purbaya: Protes Hotman Paris bukti kebijakan Rp200 triliun ke Himbara efektif
Rokok jadi polemik ekonomi dan kesehatan, Menkeu Purbaya: Pilih yang paling bermanfaat untuk masyarakat