Aksi demo guncang pasar: IHSG rontok hampir 2 persen, investor waspada level 7.750

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 29 Agustus 2025 | 17:29 WIB
Ilustrasi - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) disebut melemah akibat aksi unjuk rasa (Unsplash/rubensukatendel)
Ilustrasi - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) disebut melemah akibat aksi unjuk rasa (Unsplash/rubensukatendel)

Baca Juga: Polres Subang tingkatkan kesiapsiagaan, Apel Siaga 1 antisipasi dinamika Kamtibmas

Data ekonomi Amerika Serikat yang lebih baik dari perkiraan membuka peluang besar bagi The Federal Reserve untuk memangkas suku bunga acuannya pada September 2025.

Harapan tersebut, menurut Nafan, seharusnya bisa menjadi katalis bagi pasar global, termasuk Indonesia.

“Secara umum, data-data ekonomi AS memberi optimisme. Peluang pemangkasan suku bunga The Fed terbuka lebar,” katanya.

Sayangnya, ketidakpastian dalam negeri lebih dominan menekan psikologi pasar.

Baca Juga: Prabowo sampaikan duka, pemerintah pastikan keluarga Affan ojol dapat perhatian khusus

Para pelaku pasar kini mencermati tidak hanya data ekonomi, tetapi juga dinamika politik, aksi massa, dan respons pemerintah.

Sentimen-sentimen itu menjadi variabel yang memperbesar volatilitas dalam waktu dekat.

Dengan kondisi yang masih rawan, investor disarankan menjaga strategi defensif, menunggu kepastian stabilitas keamanan, serta terus memperhatikan level psikologis 7.750 sebagai indikator arah IHSG ke depan.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X