Baca Juga: Polres Subang tingkatkan kesiapsiagaan, Apel Siaga 1 antisipasi dinamika Kamtibmas
Data ekonomi Amerika Serikat yang lebih baik dari perkiraan membuka peluang besar bagi The Federal Reserve untuk memangkas suku bunga acuannya pada September 2025.
Harapan tersebut, menurut Nafan, seharusnya bisa menjadi katalis bagi pasar global, termasuk Indonesia.
“Secara umum, data-data ekonomi AS memberi optimisme. Peluang pemangkasan suku bunga The Fed terbuka lebar,” katanya.
Sayangnya, ketidakpastian dalam negeri lebih dominan menekan psikologi pasar.
Baca Juga: Prabowo sampaikan duka, pemerintah pastikan keluarga Affan ojol dapat perhatian khusus
Para pelaku pasar kini mencermati tidak hanya data ekonomi, tetapi juga dinamika politik, aksi massa, dan respons pemerintah.
Sentimen-sentimen itu menjadi variabel yang memperbesar volatilitas dalam waktu dekat.
Dengan kondisi yang masih rawan, investor disarankan menjaga strategi defensif, menunggu kepastian stabilitas keamanan, serta terus memperhatikan level psikologis 7.750 sebagai indikator arah IHSG ke depan.***
Artikel Terkait
Bantah isu Sri Mulyani lepas jabatan di tengah anjloknya IHSG, Sufmi Dasco: Tidak akan mundur
Jawab soal IHSG anjlok, Menteri UMKM pastikan bukan imbas dari program hapus utang di Bank BUMN
IHSG Bursa Efek Indonesia dibuka pada Selasa, 8 April 2025: Melemah 9,16 persen
IHSG BEI pada Selasa 8 April 2025 melemah 9,16 persen, pengamat sebut 50 negara siap nego imbas dampak tarif impor AS
Menanti respon cepat RI demi demand ekspor tak turun usai IHSG BEI pada Selasa, 8 April 2025 melemah 596,33 poin
Soroti gejolak bursa saham, Menko Airlangga Hartarto: IHSG masih negatif, tapi sudah dalam tren positif
IHSG dibuka naik 5,5 persen pada Kamis, 10 April 2025 pasca trump tunda tarif impor