Namun, hanya 40 persen karyawan yang merasa dirinya benar-benar bertumbuh dalam setahun terakhir.
Baca Juga: Bupati Subang janji muluskan jalan dan tambah PJU di Cisaga, DPR RI soroti rutilahu dan bank emok
“Akibatnya banyak orang masih bekerja, tapi kehilangan arah. Hadir secara fisik, tapi semangatnya padam. Menyelesaikan tugas, tapi tanpa rasa,” ungkapnya.
Ia menggambarkan kondisi tersebut seperti orang yang menggenggam batu di tanah yang bergeser—tampak kokoh, tetapi rapuh saat pijakan berubah.
Belajar dari kejatuhan evernote
Sebagai ilustrasi, Indrawan menyinggung kejatuhan Evernote, aplikasi pencatat digital yang dulunya populer.
Kini, platform itu tergeser oleh kompetitor seperti Obsidian dan Google Keep yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pengguna.
Baca Juga: Saat RI menang gugatan biodiesel di WTO, kini giliran Uni Eropa yang didesak cabut bea masuk
“Ini bukan hanya sekadar soal fitur, tapi soal kecepatan membaca arah perubahan dan keberanian menyesuaikan diri,” jelas Indrawan.
Adaptasi lebih penting daripada senioritas
Indrawan menekankan, prinsip yang sama berlaku bagi individu. Rasa aman dari gaji, jabatan, atau fasilitas bisa hilang sewaktu-waktu jika tidak diimbangi dengan kemampuan beradaptasi.
“Kecepatan beradaptasi kini lebih menentukan masa depan daripada senioritas atau prestasi masa lalu,” tutupnya.***
Artikel Terkait
Bincang bisnis era digital di Kampus FISIP UNDIP Semarang, Promedia ajak para mahasiswa berani jadi pengusaha media
Hermanto Tanoko, pengusaha Surabaya yang masuk daftar orang terkaya dunia ini dulu gak mampu beli gundu di masa kecilnya
Kisah sukses Manoj Punjabi, pengusaha industri film dengan net worth mencapai Rp25,6 triliun versi Forbes 2024
Hadirkan MIND ID Mediapreneur Talks di Medan, CEO Promedia ajak pengusaha hingga jurnalis di Sumut optimis pertahankan brand media!
Prabowo gandeng investor global dan pengusaha Indonesia untuk perkuat Danantara
Wamenaker: Ada pengusaha tolak aturan hapus syarat usia dan good looking, tapi ini regulasi negara
Presiden Prabowo minta pengusaha besar bantu UMKM dan rakyat miskin, tegaskan kemakmuran harus merata