Indrawan Nugroho: Job aman bukan berarti karier mapan di era perubahan digital

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Senin, 25 Agustus 2025 | 00:45 WIB
CEO Corporate Innovation Asia (CIAS) sekaligus influencer kenamaan, Dr. Indrawan Nugroho (YouTube.com/Dr Indrawan Nugroho)
CEO Corporate Innovation Asia (CIAS) sekaligus influencer kenamaan, Dr. Indrawan Nugroho (YouTube.com/Dr Indrawan Nugroho)

Namun, hanya 40 persen karyawan yang merasa dirinya benar-benar bertumbuh dalam setahun terakhir.

Baca Juga: Bupati Subang janji muluskan jalan dan tambah PJU di Cisaga, DPR RI soroti rutilahu dan bank emok

“Akibatnya banyak orang masih bekerja, tapi kehilangan arah. Hadir secara fisik, tapi semangatnya padam. Menyelesaikan tugas, tapi tanpa rasa,” ungkapnya.

Ia menggambarkan kondisi tersebut seperti orang yang menggenggam batu di tanah yang bergeser—tampak kokoh, tetapi rapuh saat pijakan berubah.

Belajar dari kejatuhan evernote

Sebagai ilustrasi, Indrawan menyinggung kejatuhan Evernote, aplikasi pencatat digital yang dulunya populer.

Kini, platform itu tergeser oleh kompetitor seperti Obsidian dan Google Keep yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pengguna.

Baca Juga: Saat RI menang gugatan biodiesel di WTO, kini giliran Uni Eropa yang didesak cabut bea masuk

“Ini bukan hanya sekadar soal fitur, tapi soal kecepatan membaca arah perubahan dan keberanian menyesuaikan diri,” jelas Indrawan.

Adaptasi lebih penting daripada senioritas

Indrawan menekankan, prinsip yang sama berlaku bagi individu. Rasa aman dari gaji, jabatan, atau fasilitas bisa hilang sewaktu-waktu jika tidak diimbangi dengan kemampuan beradaptasi.

“Kecepatan beradaptasi kini lebih menentukan masa depan daripada senioritas atau prestasi masa lalu,” tutupnya.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X