GENMILENIAL.ID – Di tengah derasnya arus digital, semakin banyak anak muda Indonesia yang berhasil mengubah hobi menjadi sumber penghasilan.
Fenomena ini dikenal dengan istilah passion economy, sebuah tren global di mana minat dan kesukaan pribadi bisa diolah menjadi karya bernilai sekaligus membuka peluang bisnis baru.
Bagi sebagian orang, istilah ini mungkin masih asing. Namun contohnya sudah banyak terlihat di sekitar kita, terutama dari kalangan kreator konten.
Baca Juga: Kisah inspiratif Susan Wojcicki: Dari garasi kecil hingga CEO YouTube
Sosok Nessie Judge misalnya, mampu menjadikan ketertarikannya pada kisah misteri dan sejarah sebagai konten YouTube yang digemari jutaan penonton.
Dengan gaya bercerita khas, Nessie berhasil menunjukkan bahwa konsistensi menggarap hobi dapat membentuk identitas sekaligus mendatangkan keuntungan.
Fenomena serupa juga dialami Windah Basudara, streamer gaming yang lekat dengan komunitas 'bocil kematian'.
Popularitas Windah bukan hanya karena keterampilan bermain gim, melainkan interaksi hangat dan humor yang membangun kedekatan dengan audiens.
Baca Juga: Subang Nyastra Vol. 4: Sastra jadi ruang hidup, terapi jiwa, dan identitas bangsa
Cara ini membuat dirinya tak sekadar tampil sebagai pemain gim, tetapi juga figur yang dirindukan penontonnya.
Contoh lain datang dari Fadil Jaidi dan ayahnya, Pak Muh. Mereka menampilkan konten keluarga yang spontan dan apa adanya, namun justru hal itulah yang menarik perhatian publik.
Relasi otentik dalam kehidupan sehari-hari menjadi daya tarik tersendiri yang mampu menciptakan ikatan emosional dengan penonton.
Menurut laporan Mighty Networks, kunci dari passion economy bukanlah modal finansial besar, melainkan keberanian mengekspresikan diri, konsistensi, serta kemampuan membangun koneksi dengan audiens.
Artikel Terkait
Banyak dibutuhkan di era digital, konten kreator cocok untuk mengawali karir!
Hermanto Tanoko, pengusaha Surabaya yang masuk daftar orang terkaya dunia ini dulu gak mampu beli gundu di masa kecilnya
Kisah sukses Manoj Punjabi, pengusaha industri film dengan net worth mencapai Rp25,6 triliun versi Forbes 2024
Pasca viral 'Gubernur Konten', Dedi Mulyadi kini minta Rudi Masud terima warga Jabar jadi petani-nelayan di Kaltim
Dedi Mulyadi tegaskan pilih jadi 'gubernur konten' ketimbang kepala daerah yang molor
Mediapreneur Talks Promedia hadir di Banten, ajak jurnalis dan pengusaha media bangun bisnis berkelanjutan berbasis kolaborasi
Presiden Prabowo minta pengusaha besar bantu UMKM dan rakyat miskin, tegaskan kemakmuran harus merata