“Modal utama bukan uang, melainkan keberanian mengekspresikan diri,” tulis laporan tersebut pada Sabtu, 23 Agustus 2025.
Tren ini juga erat kaitannya dengan generasi muda, khususnya Gen Z. Generasi yang lahir di era digital ini tumbuh bersama media sosial dan memiliki kecenderungan kuat untuk menyalurkan kreativitas melalui platform daring.
Pandemi Covid-19 semakin mempercepat tren tersebut. Saat aktivitas beralih ke rumah, banyak anak muda menyadari bahwa pekerjaan tidak harus selalu terikat kantor.
Kini, perkembangan teknologi dan media sosial membuka peluang lebih luas.
Baca Juga: Tunjangan guru naik 2026, Kang Rey fokus wujudkan pendidikan unggul di Subang
Tidak harus menjadi selebritas besar, siapa pun dapat memonetisasi keterampilan dan minat mereka selama menghadirkan sesuatu yang unik dan konsisten.
Fenomena passion economy akhirnya tidak sekadar menjadi tren sesaat, melainkan mencerminkan cara baru generasi muda bekerja, berkreasi, dan membangun masa depan.***
Artikel Terkait
Banyak dibutuhkan di era digital, konten kreator cocok untuk mengawali karir!
Hermanto Tanoko, pengusaha Surabaya yang masuk daftar orang terkaya dunia ini dulu gak mampu beli gundu di masa kecilnya
Kisah sukses Manoj Punjabi, pengusaha industri film dengan net worth mencapai Rp25,6 triliun versi Forbes 2024
Pasca viral 'Gubernur Konten', Dedi Mulyadi kini minta Rudi Masud terima warga Jabar jadi petani-nelayan di Kaltim
Dedi Mulyadi tegaskan pilih jadi 'gubernur konten' ketimbang kepala daerah yang molor
Mediapreneur Talks Promedia hadir di Banten, ajak jurnalis dan pengusaha media bangun bisnis berkelanjutan berbasis kolaborasi
Presiden Prabowo minta pengusaha besar bantu UMKM dan rakyat miskin, tegaskan kemakmuran harus merata