Reksa dana vs saham: Pilihan investasi tepat untuk pemula, mana yang lebih cocok?

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 8 Agustus 2025 | 23:52 WIB
Ilustrasi - Saham dan reksa dana adalah instrumen investasi yang dibedakan dari tingkat keterlibatan investor (Unsplash/Austin Distel)
Ilustrasi - Saham dan reksa dana adalah instrumen investasi yang dibedakan dari tingkat keterlibatan investor (Unsplash/Austin Distel)

GENMILENIAL.ID – Dalam dunia investasi, reksa dana dan saham menjadi dua pilihan populer yang kerap dipertimbangkan, terutama oleh para investor pemula.

Meski sama-sama berada di ranah pasar keuangan, keduanya memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda.

Reksa dana merupakan instrumen investasi yang menghimpun dana dari masyarakat, lalu dikelola oleh manajer investasi ke dalam berbagai instrumen seperti saham, obligasi, dan pasar uang.

Baca Juga: Jay Idzes pecahkan rekor transfer, Sassuolo rogoh kocek terdalam demi kapten Timnas

Investor akan mendapatkan imbal hasil sesuai jumlah unit reksa dana yang dimiliki.

Jenis reksa dana pun beragam, mulai dari reksa dana saham, pendapatan tetap, hingga pasar uang.

Proses pembeliannya kini semakin mudah, bisa melalui bank atau aplikasi digital seperti Bibit, Bareksa, Ajaib, Tanamduit, IPOT, dan Makmur.

Meski tergolong praktis dan dikelola oleh profesional, reksa dana tetap memiliki risiko, antara lain penurunan Nilai Aktiva Bersih (NAB), likuiditas, dan risiko dari pihak pengelola.

Baca Juga: Raden Tedi sosialisasikan Perda Lingkungan: Eksploitasi harus diimbangi reboisasi

Di sisi lain, saham adalah bukti kepemilikan atas suatu perusahaan.

Investor saham berpotensi mendapatkan dividen dan capital gain, namun harus siap menghadapi risiko seperti fluktuasi harga pasar, kinerja perusahaan, dan ketidakpastian dividen.

Saham juga memiliki tipe seperti saham biasa dan preferen, yang masing-masing menawarkan hak serta pembagian keuntungan berbeda.

Di Indonesia, beberapa contoh saham populer meliputi Bank Sinarmas (BSIM), Indofood (INDF), GoTo (GOTO), dan Telkom (TLKM).

Baca Juga: Kang Rey tancap gas! Infrastruktur Compreng dikebut, jalan rusak harus tuntas dua tahun

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X