FLPP di era Prabowo tembus rekor: Naik 1.100 persen, kuota rumah subsidi jadi 350.000 unit

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 22 Mei 2025 | 10:53 WIB
Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Maruarar Sirait, menaikkan target kuota penyaluran FLPP ke 350.000 unit rumah di 2025 (Dok. Sekretariat Presiden)
Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Maruarar Sirait, menaikkan target kuota penyaluran FLPP ke 350.000 unit rumah di 2025 (Dok. Sekretariat Presiden)

GENMILENIAL.ID - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencetak sejarah baru dalam sektor perumahan rakyat.

Penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada kuartal pertama 2025 mencapai 53.874 unit rumah subsidi, melonjak 1.100 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai 4.229 unit.

Pencapaian ini menjadi yang tertinggi sejak program FLPP diluncurkan, dan diperkuat dengan kebijakan peningkatan kuota menjadi 350.000 unit rumah subsidi dalam satu tahun berjalan, angka terbesar dalam sejarah program tersebut.

Baca Juga: 323 kloter jemaah calon haji Indonesia sudah tiba di Arab Saudi, kedatangan masih dibuka hingga 31 Mei 2025

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyampaikan bahwa capaian ini adalah lompatan monumental di era kepemimpinan Presiden Prabowo.

“Ini merupakan capaian terbesar sepanjang sejarah negara Indonesia. Pemerintah menaikkan jumlah KPR FLPP dari 220.000 menjadi 350.000 unit,” ujar Maruarar saat kunjungan ke Kantor BP Tapera, Menara Mandiri II, Jakarta, Selasa, 20 Mei 2025.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran BP Tapera atas kerja keras mereka dalam percepatan program.

“Saya ucapkan terima kasih kepada pimpinan dan pegawai BP Tapera yang telah bekerja luar biasa dalam merealisasikan FLPP,” tambahnya.

Baca Juga: DPR minta BGN hentikan impor tempat makan MBG dari China, sarankan pakai produk Lokal

Maruarar sekaligus menegaskan bahwa pencapaian ini menjadi bantahan atas narasi pesimistis soal masa depan Indonesia.

“Kalau ada yang bilang masa depan Indonesia gelap, gelapnya di mana? Dalam 3 bulan, industri perumahan meningkat luar biasa. Ini fakta. Ini bukti bahwa Indonesia cerah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo,” tegasnya.

Ia juga menyebut bahwa pencapaian pertumbuhan hingga 1.100 persen atau 11 kali lipat tidak lepas dari kerja sama lintas sektor, mulai dari Presiden, DPR, BI, Kementerian Keuangan, BUMN, BPKP, hingga pengembang dan perbankan dalam Program 3 Juta Rumah.

Baca Juga: Bos Sritex ditangkap Kejagung, diduga terlibat korupsi kredit bank Rp3,6 triliun

Apa itu FLPP?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X