Dukung investasi, Bupati Subang diingatkan untuk rangkul inisiatif lokal

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 16 Mei 2025 | 23:53 WIB
Rakean Galuh Pakuan, Niskala Mulya Rahadian Fathir (Dok. Istimewa)
Rakean Galuh Pakuan, Niskala Mulya Rahadian Fathir (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID – Di tengah upaya memperkuat sinergi keamanan dan ketertiban demi menciptakan iklim investasi yang kondusif, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita mendapat masukan dari masyarakat adat agar lebih merangkul inisiatif lokal.

Pada Jumat, 16 Mei 2025, Bupati yang akrab disapa Kang Rey menghadiri Rapat Koordinasi dan penandatanganan Nota Kesepakatan serta Komitmen Bersama terkait sinergi keamanan, ketentraman, dan ketertiban umum di Gedung Pakuan, Bandung.

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh kepala daerah dan kapolres se-Jawa Barat, termasuk Kabupaten Subang dan Polres Subang, bersama institusi lainnya seperti Pemprov Jabar, Polda Jabar dan Polda Metro Jaya.

Baca Juga: PT Dahana beri kuliah teknologi peledakan di Universitas Negeri Padang

Dalam sambutannya, Kang Rey menyampaikan bahwa jaminan keamanan merupakan prasyarat penting untuk mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.

"Investasi harus dilindungi. Kami akan bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang mengganggu. Saya jamin Subang aman, nyaman, dan tenteram untuk investasi," tegasnya.

Namun, pernyataan tersebut mendapat tanggapan dari Rakean Galuh Pakuan, Niskala Mulya Rahadian Fathir, yang mewakili Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan.

Fathir menyayangkan minimnya dukungan pemerintah daerah terhadap upaya masyarakat adat dalam menjalin kerja sama investasi, termasuk dengan pihak asing dari Tiongkok.

Baca Juga: Polres Subang tangkap dua pelaku pemerasan sopir truk di Purwadadi

Ia menyoroti ketidakhadiran Bupati dan jajaran dalam acara konferensi investasi yang digagas Galuh Pakuan, yang menurutnya menunjukkan kurangnya apresiasi terhadap prakarsa lokal.

"Saat kami ingin mewujudkan peradaban maju di Subang, justru kami merasa tidak didukung. Bahkan sekadar hadir pun tidak," ujar Fathir.

Ia juga mengungkap adanya hambatan teknis selama pelaksanaan acara, mulai dari pemadaman air, pendingin ruangan, hingga kendala layanan darurat.

Situasi tersebut menurutnya berpotensi mencederai semangat keterbukaan dan kolaborasi dalam pembangunan daerah.

Fathir pun meminta agar pemerintah daerah lebih bijak dan terbuka terhadap berbagai inisiatif masyarakat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X