Genangan air setinggi 5 hingga 10 sentimeter terjadi di sekitar gedung terminal, meskipun berhasil surut pada hari yang sama.
Menurut laporan yang diterima pada 28 Januari 2025, lumpur sisa banjir masih terlihat di sekitar area gedung terminal, sementara genangan air belum sepenuhnya dibersihkan.
Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F Laisa, menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang hampir terjadi setiap hari, sementara saluran drainase belum sepenuhnya selesai dibangun.
"Saat ini masih berjalan penyelesaiannya. Justru yang sekarang mengganggu karena curah hujan tinggi, di lapangan hampir setiap hari hujan dan saluran drainase belum selesai," ujarnya.
Plt Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otorita IKN, Danis Hidayat Sumadilaga, menambahkan bahwa banjir terjadi di sekitar gedung terminal, bukan di area udara atau landasan pacu (runway).
"Kejadiannya di area sekitar gedung terminal, bukan di area udara atau landasan pacu karena ada drainase yang tersumbat," jelas Danis.
Dengan berbagai kendala yang masih dihadapi, pemindahan ASN ke IKN tampaknya masih membutuhkan waktu lebih lama sebelum dapat direalisasikan.
Keputusan final mengenai jadwal pemindahan pun masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari pemerintah.***
Artikel Terkait
Pilkada Subang 2024, Pj. Bupati sebut ASN yang tidak netral bisa dipidanakan
Prabowo umumkan kenaikan gaji guru ASN dan honorer, disambut tepuk tangan bahagia
Ramai soal Pj Gubernur Jakarta yang bolehkan ASN poligami, Mendagri: Saya akan tanya
Ratusan ASN geruduk kantor Kemdiktisaintek hingga sentil Menteri Satryo yang diduga suka main pecat!
Tanggapan Istana usai viral demo terhadap Menteri Satryo yang dinilai pemarah dan memukul ASN
DPR soroti penyebab kisruh ASN di Kemdiktisaintek hingga tanggapan Menteri Satryo yang tak ingin pegawai Dikti unjuk rasa lagi
Mengapa tukin dosen ASN 2020-2024 tidak dianggarkan oleh Kementerian? ini penjelasan Kemendikti