GENMILENIAL.ID — Penanganan masa tanggap darurat bencana akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih terus berlangsung.
Di tengah kondisi tersebut, bantuan tidak hanya datang dari pemerintah, tetapi juga dari sesama warga yang berupaya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
Salah satunya dilakukan oleh pemilik toko di Reo, Kabupaten Manggarai, NTT. Pemilik toko bernama Nurdin tersebut memilih tetap membuka tokonya meski dirinya dan keluarga juga terdampak gempa.
Namun, toko itu tidak dibuka untuk menjalankan aktivitas perdagangan seperti biasanya.
Baca Juga: BEM UI dan 25 aliansi demo di Bundaran HI, tuntut keadilan ekonomi dan status bencana nasional
Nurdin meminta karyawannya membuka toko untuk melayani masyarakat yang membutuhkan sejumlah barang kebutuhan dasar, terutama kebutuhan bayi.
Kisah tersebut diketahui melalui video yang diunggah akun Threads @kang_iman.
Dalam keterangan unggahannya, pemilik toko disebut memaksakan diri membuka toko untuk melayani kebutuhan masyarakat yang berada dalam kondisi darurat.
“Pemilik toko ini memaksakan diri membuka tokonya untuk bisa melayani kebutuhan masyarakat yang sangat darurat,” tulis akun tersebut, dikutip pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Baca Juga: Demo mahasiswa 18 Agustus 2026 di Bundaran HI, BEM UI bawa 8 tuntutan untuk pemerintah
“Gempa di NTT 7,7 SR justru membuatnya bisa saling berbagi dan saling menguatkan,” lanjutnya.
Buka toko untuk warga yang membutuhkan
Dalam video tersebut, Nurdin menjelaskan bahwa dirinya meminta para karyawan untuk tetap membuka toko.
Keputusan itu diambil bukan untuk mencari keuntungan, melainkan agar masyarakat terdampak gempa tetap bisa mendapatkan kebutuhan yang diperlukan.