humaniora

Bahaya 'perang suci' dalam retorika politik Amerika

Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:50 WIB
Yanuardi Syukur, peneliti Pusat Riset Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia sekaligus dosen Antropologi Universitas Khairun

Di sisi lain, dampak konflik tidak hanya dirasakan negara yang menjadi target perang, tetapi juga para prajurit serta masyarakat Amerika sendiri.

“Pada akhirnya, retorika yang membungkus perang dengan narasi kesalehan justru berpotensi membawa kekerasan tanpa akhir,” ujarnya.***

 

Halaman:

Tags

Terkini