humaniora

Cerita bocah Aceh Tamiang saat banjir bandang terjang rumahnya: Air datang usai subuh hingga momen kelaparan

Minggu, 4 Januari 2026 | 14:32 WIB
Seorang anak di Aceh Tamiang menceritakan detik-detik banjir bandang menerjang rumahnya (Instagram/fahriibrochim)

Namun, derasnya arus air membuat mereka tak sempat menyelamatkan banyak barang berharga.

“Rencananya mau selamatkan nenek dulu, lalu barang-barang. Tapi air makin tinggi, jadi cuma sebagian kecil saja yang bisa diselamatkan,” lanjutnya.

Baca Juga: Mayat pria bersimbah darah ditemukan di perkebunan Wantilan Subang, polisi duga korban pembunuhan berencana

Banjir yang datang begitu cepat membuat sebagian besar harta benda warga hanyut atau rusak tak bisa digunakan lagi.

Kelaparan sebelum bantuan tiba

Situasi semakin sulit ketika pasokan makanan belum juga tiba di hari-hari awal pascabanjir. Bocah tersebut mengungkapkan bahwa kelaparan sempat melanda warga desanya.

“Orang-orang kelaparan semua. Waktu itu belum ada makanan, terpaksa menerobos minimarket,” katanya.

Setelahnya, kehidupan warga sepenuhnya bergantung pada bantuan dari relawan dan pemerintah.

Baca Juga: Fakta menarik John Herdman, pelatih anyar Timnas Indonesia yang pernah orbitkan rekan setim Jay Idzes

“Setiap hari kami makan berharap ada orang yang datang bawa bantuan,” tuturnya.

Harapan untuk rumah dan sekolah dibangun kembali

Dalam video lainnya, bocah tersebut menyampaikan harapannya kepada Presiden Prabowo Subianto agar kampung halamannya dapat dibangun kembali.

“Tolong datang ke Kampung Sukajadi. Saya ingin sekolah, Pak. Rumah kami hancur,” ucapnya lirih.

Ia berharap rumah dan sekolah dapat kembali berdiri agar kehidupan di kampungnya bisa pulih seperti sediakala.

Baca Juga: Banjir hampir capai atap rumah di Cilegon, BPBD soroti drainase minim dan dugaan jalur air ke laut ditutup

Halaman:

Tags

Terkini