Namun, derasnya arus air membuat mereka tak sempat menyelamatkan banyak barang berharga.
“Rencananya mau selamatkan nenek dulu, lalu barang-barang. Tapi air makin tinggi, jadi cuma sebagian kecil saja yang bisa diselamatkan,” lanjutnya.
Banjir yang datang begitu cepat membuat sebagian besar harta benda warga hanyut atau rusak tak bisa digunakan lagi.
Kelaparan sebelum bantuan tiba
Situasi semakin sulit ketika pasokan makanan belum juga tiba di hari-hari awal pascabanjir. Bocah tersebut mengungkapkan bahwa kelaparan sempat melanda warga desanya.
“Orang-orang kelaparan semua. Waktu itu belum ada makanan, terpaksa menerobos minimarket,” katanya.
Setelahnya, kehidupan warga sepenuhnya bergantung pada bantuan dari relawan dan pemerintah.
“Setiap hari kami makan berharap ada orang yang datang bawa bantuan,” tuturnya.
Harapan untuk rumah dan sekolah dibangun kembali
Dalam video lainnya, bocah tersebut menyampaikan harapannya kepada Presiden Prabowo Subianto agar kampung halamannya dapat dibangun kembali.
“Tolong datang ke Kampung Sukajadi. Saya ingin sekolah, Pak. Rumah kami hancur,” ucapnya lirih.
Ia berharap rumah dan sekolah dapat kembali berdiri agar kehidupan di kampungnya bisa pulih seperti sediakala.
Artikel Terkait
Influencer Sherly Annavita bongkar teror di rumahnya, mobil dicoret dan dilempar telur busuk
Diteror bangkai ayam hingga bom molotov, DJ Donny balik sentil pelaku dan dapat kritik pedas Ketua Ormas
Terisolir pascabanjir dan longsor, warga Dusun Lelabu Aceh Tengah mendayung sampan berjam-jam demi bertahan hidup
Banjir susulan terjang Sumatera Barat, Maninjau dan Kuranji kembali terendam di tengah peringatan cuaca BMKG
Puluhan warga Aceh kompak derek mobil PLN di jalan berlumpur, gotong royong demi listrik kembali menyala
Viral ibu-ibu korban bencana Aceh bahagia pakai baju Persit dari donasi, senyum muncul di tengah fase pemulihan
Warga Aceh Timur terpaksa sewa beko Rp600 ribu per jam untuk bersihkan lumpur sisa banjir bandang