GENMILENIAL.ID — Linimasa media sosial kembali dipenuhi potret perjuangan para korban banjir bandang di Aceh yang masih berjuang mempertahankan hidup usai tragedi pada akhir November 2025.
Hingga kini, distribusi bantuan sosial di sejumlah titik terdampak masih terhambat oleh kondisi akses darat yang rusak parah.
Jalur bansos hanya bisa ditembus jalan kaki
Di beberapa lokasi, warga harus melalui jalur bekas longsoran yang licin, terjal, dan rentan kembali bergerak.
Mereka terpaksa berjalan kaki demi mendapatkan bantuan berupa beras maupun BBM, karena kendaraan biasa tidak mampu melintasi medan tersebut.
Baca Juga: Polres Subang ungkap 25 kasus narkoba, 29 tersangka ditangkap dalam 5 bulan
Dalam sebuah unggahan TikTok milik akun @joe_sastra pada Kamis, 11 Desember 2025, tampak puluhan warga Aceh Utara berjalan kaki menapaki jalur KKA Bener Meriah sambil membawa karung bantuan.
Dalam unggahan itu tertulis bahwa masyarakat masih harus berjalan kaki mencari beras dan BBM.
Warga menjelaskan bahwa hanya motor trail atau kendaraan yang dirancang untuk medan berat yang dapat menembus rute tersebut, dan pengemudi pun harus memiliki keberanian ekstra menghadapi jalur yang rawan.
Perjalanan hingga 3 jam untuk sekantong beras
Karena kondisi medan yang sulit, banyak warga harus menempuh perjalanan hingga tiga jam untuk mencapai lokasi distribusi bantuan terdekat.
Unggahan itu pun memicu simpati luas dari warganet yang membanjiri kolom komentar.
Akun @nurulfatihah menuliskan doa bagi warga yang kehilangan rumah dan harta benda, sementara akun @vinasweet mengaku ngeri melihat jalur yang tampak seperti tebing dengan pepohonan yang sudah habis tersapu banjir.