humaniora

Angka stunting di Kecamatan Subang turun signifikan, camat sebut kuncinya kolaborasi semua pihak

Kamis, 16 Oktober 2025 | 19:07 WIB
Lokakarya Mini Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang digelar di Kantor Kecamatan Subang, Kamis 16 Oktober 2025

GENMILENIAL.ID – Upaya penurunan angka stunting di Kecamatan Subang menunjukkan hasil menggembirakan.

Dalam Lokakarya Mini Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang digelar di Kantor Kecamatan Subang, Kamis 16 Oktober 2025, terungkap bahwa angka stunting di sejumlah kelurahan terus menurun berkat kerja kolaboratif lintas sektor.

Kegiatan yang dihadiri unsur Muspika, lurah, dokter, tenaga kesehatan, Tim Pendamping Keluarga (TPK), kader posyandu, dan TP PKK ini membahas langkah strategis percepatan penurunan stunting di wilayah Kecamatan Subang.

Baca Juga: IFG tegaskan komitmen tata kelola berintegritas lewat transparansi informasi publik dan penguatan ESG di sektor keuangan

Turun di sejumlah kelurahan

Camat Subang Sumardi mengungkapkan bahwa prevalensi stunting di wilayahnya terus menunjukkan penurunan positif.

Ia mencontohkan di Pasir Kareumbi, angka stunting menurun dari 40 kasus menjadi 28 kasus.

“Hal itu tidak bisa terjadi kalau kita tidak kolaborasi dan sinergi, mulai dari camat, lurah, kader, bidan, petugas gizi, dan semuanya,” ujar Sumardi.

Penurunan juga terjadi di berbagai kelurahan lain seperti:

  • Karanganyar dari 27 kasus menjadi 19.
  • Sukamelang dari 13 menjadi 10.
  • Dangdeur dari 31 turun menjadi 22 kasus.

Baca Juga: 12 ASN Subang dipecat, ada yang bolos hampir setahun tapi masih terima gaji

Ia berharap sinergi ini dapat mempercepat tercapainya target pemerintah menuju zero stunting pada Indonesia Emas 2045.

“Langkah-langkah yang sudah dilakukan harus terus ditingkatkan agar target zero stunting bisa tercapai,” ucapnya.

Urbanisasi dan tantangan data

Sumardi menambahkan, tantangan stunting di Kecamatan Subang tidak hanya berasal dari warga lokal, tetapi juga urbanisasi penduduk.

Halaman:

Tags

Terkini