Di kejauhan, Ibu Senah masih mengelus panci esnya yang kosong, matanya sayu memandang gedung-gedung yang rakus.
Dan Raja Ali Haji, ia hanya bisa tersenyum masam, merangkai pantun lain, berharap ada jawaban yang lebih masuk akal, atau setidaknya, lebih lucu dari sekadar kaktus raksasa.
Tamat
Gus Nas Jogja, Penyair, Budayawan dan Pengasuh Desa Kebangsaan Ilmu Giri Jogja