Di tengah kegelapan malam, lampu-lampun Terminal 3 berkedip, seolah mengedipkan mata, menyimpan rahasia-rahasia absurd dari sebuah negara besar yang masih mencari wajahnya di mata dunia.
Dan di suatu tempat, di antara tumpukan koper dan antrean yang tak berkesudahan, Mbah Wiryo Ngayogyokarto mungkin sedang menyeruput kopi tubruknya, tersenyum simpul, menikmati drama yang tak pernah usai.
"Inilah pentingnya Makan Bergizi Gratis di negeri ini!" dengusnya, entah apa maksudnya.
Sekian
Gus Nas Jogja, Penyair, Budayawan dan Pengasuh Desa Kebangsaan Ilmu Giri Jogja