Di tengah kegelapan malam, lampu-lampun Terminal 3 berkedip, seolah mengedipkan mata, menyimpan rahasia-rahasia absurd dari sebuah negara besar yang masih mencari wajahnya di mata dunia.
Dan di suatu tempat, di antara tumpukan koper dan antrean yang tak berkesudahan, Mbah Wiryo Ngayogyokarto mungkin sedang menyeruput kopi tubruknya, tersenyum simpul, menikmati drama yang tak pernah usai.
"Inilah pentingnya Makan Bergizi Gratis di negeri ini!" dengusnya, entah apa maksudnya.
Sekian
Gus Nas Jogja, Penyair, Budayawan dan Pengasuh Desa Kebangsaan Ilmu Giri Jogja
Artikel Terkait
Psikologi sastra, memahami kompleksitas kemanusiaan melalui karya sastra
Bagaimana memulai ide menulis? panduan bagi penulis sastra
Lagi, insiden kecelakaan pesawat AS: Kini terjadi libatkan Jet Bisnis saat mendarat di Bandara Arizona
3 Fakta terkini pencurian barang berharga dalam koper penumpang pesawat di Bandara Makassar, perhiasan 4 gram raib!
Merajut keragaman dalam sastra, UKWMS Kampus Madiun gelar 'Tadarus Puisi dan Pameran Puisi Eksperimental'
Mengenal Tetralogi Pulau Buru: Warisan sastra yang membongkar sejarah dan kemanusiaan
CERPEN: Takbir Padang Karbala