CERPEN: Opera absurd

photo author
Redaksi, Genmilenial
- Kamis, 10 Juli 2025 | 01:21 WIB
Ilustrasi - Opera absurd
Ilustrasi - Opera absurd

Mister Grusahgrusuh mendelik. "Antrean? Ini bukan antrean, ini rekayasa sosial untuk menekan kebebasan berekspresi!"

Baca Juga: 'Mas pelayaran' minta maaf usai diduga aniaya driver ShopeeFood: Siap terima konsekuensi hukum

Ia lalu mengeluarkan megafon kecil dari ranselnya dan mulai berorasi, membuat penumpang lain menjauh.

Di sudut lain, sekelompok Guru Besar dari berbagai disiplin ilmu, yang baru saja kembali dari konferensi internasional tentang 'Paradoks Modernitas', terjebak dalam antrean imigrasi.

Profesor Gabus, pakar sosiologi perkotaan, menghela napas.

"Ini adalah representasi sempurna dari anomi Emil Durkheim," katanya pada Profesor Klungsu, seorang filsuf postmodern. "Struktur sosial yang kehilangan norma, individu yang merasa terasing."

Baca Juga: Polda Metro Jaya periksa ajudan Jokowi terkait kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik

Profesor Klungsu hanya mengangguk, matanya memancarkan kegelisahan. "Atau mungkin, ini adalah dekonstruksi identitas bangsa di tengah globalisasi yang tak terkendali. Kita kehilangan esensi 'wajah' kita."

Di area bea cukai, bencana sesungguhnya terkuak. Diplomat Asing dari berbagai negara terhuyung-huyung di depan layar-layar sentuh yang tak responsif, mencoba mengisi formulir elektronik yang konon 'canggih'.

Mr. Smooth, Duta Besar dari negara Barat yang terkenal efisien, mengusap pelipisnya.

"Amazing," gumamnya, "Saya pernah mengisi formulir pajak yang lebih mudah diakses daripada ini. Apakah ini semacam tes kesabaran diplomatik?"

Baca Juga: Roy Suryo klaim ijazah Jokowi 99,9 persen palsu usai analisis dua versi

Di sampingnya, Madame Dubois, Atase Kebudayaan dari Prancis, yang terkenal anggun, hampir saja menjatuhkan tas Louis Vuitton-nya.

"Mon Dieu! Saya bisa membaca tulisan hieroglif Mesir kuno lebih cepat daripada memahami instruksi ini! Apakah ini bentuk 'seni instalasi kontemporer' khas Indonesia?"

Seorang petugas Bea Cukai dengan seragam kebesaran, tapi tampak seperti baru bangun tidur, mendekat. "Ada yang bisa dibantu, Bapak Ibu?"

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X